Home » , » Duh...Kantor Ketahanan Pangan Blora Hanya Diurus 11 PNS

Duh...Kantor Ketahanan Pangan Blora Hanya Diurus 11 PNS

infoblora.id on 18 Des 2013 | 00.30

DEMPLOT : Bupati Blora Djoko Nugroho saat meninjau demplot milik KWT
Sumber Rejeki di Desa Puledagel Kec.Jepon yang tampak hijau dan subur dengan aneka sayuran. ■ Foto : Wahono-Tj
BLORA. Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Blora, Tim Penggerak (TP) PKK dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait, menggelar rapat koordinator (rakor) dengan fokus bahasan menata kinerja Kantor Ketahanan Pangan (KKP), berikut membahas peningkatan ketahanan pangan.

"Rakor digelar di desa, tempatnya di Balai Desa Puledagel, Kecamatan Jepon, baru-baru ini, tujuannya agar jajaran pengambil kebijakan dekat dengan masyarakat," jelas Kepala KKP Kabupaten Blora, Gundala Wijasena, Senin (15/12).

Sebelum rakor dimulai, Bupati H Djoko Nugroho, Ketua TP PKK Hj Umi Kulsum, Kepala Bappeda Sam Gautama, para kepala dinas/intsnasi terkait dan undangan meninjau demplot pekarangan milik kelompok wanita tani (KWT) Sumber Rejeki.

Kepada Bupati dan rombongan, Ketua KWT Sumber Rejeki Ny Puji Kristinawati menjelaskan, demplot berbagai sayuran dan buah serta kolam lele sudah panen empat kali. Hasil penjualan digunakan untuk kebutuhan keluarga, dan sebagian lagi disisihkan untuk membeli bibit/benih.

11 PNS
Khusus untuk rakor, jelas Gundala Wijasena, disampaikan bantuan rice mill unit (RMU) untuk Kelompok Lumbung Wahyu Utomo Desa Turirejo, Kecamatan Jepon, kelompok Lumbung Kuto Raharjo Desa Gadu, Kecamatan Sambong.

Selain itu, diberikan juga bantuan bahan pangan untuk balita di Kecamatan Jiken dan Sambong 160 paket, bantuan 1,5 ton gabah untuk korban angin puting beliung di desa Tempel Lemahbang, Kecamatan Jepon dan Adikarya Pangan Nusantara dari Gubernur Jawa Tengah kepada Arif Wibawanto (mantan Kades Medalem Kec.Kradenan) sebagai juara III kategori Pembina.

Dalam kesempatan itu Bupati Djoko Nugroho menginginkan agar tahun 2014 nanti dianggarkan untuk tiap kecamatan satu desa tanaman yang spesifik yang akan menjadi ikon desa tersebut, misalnya durian, jambu, jeruk dan lainnya.

Sementara itu Kepala Bappeda, Sam Gautama menyatakan sampai saat ini di kantor KKP hanya ada 11 pegawai negeri sipil (PNS) dengan anggaran kantor Rp 700 juta setahun, sehingga ke depan perlu ada penataan agar kinerjanya lebih baik lagi dalam mengurus ketahanan pangan bagi 800 ribu lebih penduduk Blora. ■ K9-Tj
Share this article :

2 komentar:

Ujak mengatakan...

Mas Gundala,
Masalah Utama pertanian blora adalah TIKUS.
Thn 2012 & 2013 masalahnya TIKUS. Ilmu sampean dari UGM lagi ada challenge.
Setau saya ada kasus beberapa petani jual sebagian sawahnya karena panen buruk, & terjerat utang bank. Smoga pejabat blora punya nurani membantu rakyat.

Anonim mengatakan...

Mas Ujak Ari: betul sekali apa yg panjenengan sampaikan. Yang paling ngetrend saat ini adalah memberantas tikus dengan burung hantu. Masalah nurani membantu rakyat itu memang tugas kita sebagai pelayan masyarakat, tentu saja sesuai dengan tupoksi masing2. Tupoksi kami tentu saja tidak sampai pada pemberantasan hama tikus, itu tugasnya Dinas Pertanian. Kami bertugas dalam bidang ketersediaan, penganekaragaman konsumsi pangan, keamanan pangan, dan penanganan daerah rawan pangan.

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved