Home » , » Selesai Diperbaiki Bina Marga Jateng, Jalan Cepu-Randublatung Rusak Diterjang Banjir

Selesai Diperbaiki Bina Marga Jateng, Jalan Cepu-Randublatung Rusak Diterjang Banjir

infoblora.id on 18 Des 2013 | 01.00

Jalan Cepu-Randublatung yang berada di Desa Mulyorejo Kec.Cepu, Blora beberapa waktu lalu diperbaiki Bina Marga Jateng kini kembali rusak setelah diterjang banjir dadakan. (foto: ali-infoblora)


BLORA. Bukan hanya banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo saja yang menyisakan duka bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang sungai. Banjir dadakan akibat guyuran hujan deras juga menyisakan beberapa persoalan yang perlu penanganan serius.

Salah satunya, kerusakan infrastruktur jalan raya yang tergenang air bah yang dikenal memiliki arus deras. Hal itu bisa akibatkan jalan berlubang yang meresahkan pengguna jalan.

Seperti kerusakan jalan di Jalan raya Cepu-Randublatung, tepatnya di depan Kantor Desa Mulyorejo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Kondisinya saat ini semakin parah. Dari seluruh badan jalan, hanya menyisakan sekitar 50 cm saja, selebihnya rusak parah.

Dari pantauan lapangan, sebetulnya ketika tergerus air bah pada Sabtu (14/12/2013) lalu sudah ada perbaikan dari Dinas Bina Marga Jawa Tengah Wilayah Blora. Namun, kondisi jalan yang diperbaiki itu cuman bertahan sehari saja.

Sehari setelah diperbaiki, cuaca hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Cepu dan sekitarnya membuat luapan banjir dadakan terjadi lagi. Kontan saja, kondisi itu jalan yang baru diaspal itu langsung mengelupas. Parahnya, aspal yang mengelupas itu dibarengi dengan tergerusnya material lapisan bawah aspal yang membuat lubang jalan semakin dalam dan memanjang.

Kondisi jalan raya yang tergerus banjir dadakan di lokasi tersebut sudah beberapa kali terjadi diawal musim penghujan ini."Banjir dadakan di depan Kantor Desa itu sudah terjadi 3 kali. Terakhir tadi malam juga ada banjir bandang," kata Darno, warga Desa Mulyorejo, Selasa (17/12/2013).

Menurut Darno, sebetulnya bukan hanya dari segi perbaikan jalan yang rusak saja penanganannya. "Karena tahun lalu juga sama, ketika sudah diperbaiki tergerus banjir lagi ya rusak lagi," katanya.

Darno menilai yang terpenting mencari akar penyebab tidak lancarnya air hujan mengalir. "Karena jalan yang rusak parah itu berada persis didepan jalur antara rumah warga dan kios-kios. Sedangkan lokasi itu merupakan cekungan lewatan luapan air dari area persawahan belakang kios dan sungiai kecil," imbuhnya.

"Oleh karena itu perlu penangan yang serius. Apakah itu diberi bendungan atau normalisasi sungai. Agar tidak terjadi banjir dadakan ketika hujan deras minimal 2 jam," ungkap Darno. (rs-infoblora | Ali SBU)
Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved