![]() |
| Jalan Cepu-Randublatung yang berada di Desa Mulyorejo Kec.Cepu, Blora beberapa waktu lalu diperbaiki Bina Marga Jateng kini kembali rusak setelah diterjang banjir dadakan. (foto: ali-infoblora) |
BLORA. Bukan
hanya banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo saja yang menyisakan duka bagi
masyarakat yang tinggal di sepanjang sungai. Banjir dadakan akibat guyuran
hujan deras juga menyisakan beberapa persoalan yang perlu penanganan serius.
Salah satunya,
kerusakan infrastruktur jalan raya yang
tergenang air bah yang dikenal memiliki arus deras. Hal itu bisa akibatkan
jalan berlubang yang meresahkan pengguna jalan.
Seperti kerusakan
jalan di Jalan raya Cepu-Randublatung, tepatnya di depan Kantor Desa Mulyorejo,
Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Kondisinya saat ini semakin parah.
Dari seluruh badan jalan, hanya menyisakan sekitar 50 cm saja,
selebihnya rusak parah.
Dari pantauan
lapangan, sebetulnya ketika tergerus air bah pada Sabtu (14/12/2013) lalu sudah
ada perbaikan dari Dinas Bina Marga Jawa Tengah Wilayah Blora. Namun, kondisi
jalan yang diperbaiki itu cuman bertahan sehari saja.
Sehari setelah
diperbaiki, cuaca hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Cepu dan sekitarnya membuat luapan banjir dadakan terjadi
lagi. Kontan saja, kondisi itu jalan yang baru diaspal itu langsung mengelupas.
Parahnya, aspal yang mengelupas itu dibarengi dengan tergerusnya material
lapisan bawah aspal yang membuat lubang jalan semakin dalam dan memanjang.
Kondisi jalan raya
yang tergerus banjir dadakan di lokasi tersebut sudah beberapa kali terjadi
diawal musim penghujan ini."Banjir dadakan di depan Kantor Desa itu sudah
terjadi 3 kali. Terakhir tadi malam juga ada banjir bandang," kata Darno, warga Desa Mulyorejo, Selasa (17/12/2013).
Menurut Darno,
sebetulnya bukan hanya dari segi perbaikan jalan yang rusak saja penanganannya.
"Karena tahun lalu juga sama, ketika sudah diperbaiki tergerus banjir lagi
ya rusak lagi," katanya.
Darno menilai yang
terpenting mencari akar penyebab tidak lancarnya air hujan mengalir.
"Karena jalan yang rusak parah itu berada persis didepan jalur antara
rumah warga dan kios-kios. Sedangkan lokasi itu merupakan cekungan lewatan
luapan air dari area persawahan belakang kios dan sungiai kecil,"
imbuhnya.
"Oleh karena
itu perlu penangan yang serius. Apakah itu diberi bendungan atau normalisasi
sungai. Agar tidak terjadi banjir dadakan ketika hujan deras minimal 2
jam," ungkap Darno. (rs-infoblora | Ali SBU)


0 komentar:
Posting Komentar