INFOBLORA.ID - Komitmen Kepolisian Resor (Polres) Blora dalam melindungi perempuan dan anak berbuah apresiasi nasional. Polres Blora bersama sejumlah pejabat dan anggotanya menerima penghargaan resmi dari Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC-PPA) Indonesia.
Penghargaan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Nomor SK/TRC-PPA/02/2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 7 Januari 2026. Apresiasi ini menjadi pengakuan atas konsistensi Polres Blora dalam menangani kasus tindak pidana Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) secara profesional, humanis, serta berorientasi pada pemulihan korban.
Di bawah kepemimpinan Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, Polres Blora berhasil membangun sistem penanganan kasus PPA yang efektif dan berkelanjutan. Model penanganan tersebut bahkan dinilai sebagai “contoh terbaik” dan layak menjadi referensi bagi kepolisian di daerah lain di Indonesia.
Penghargaan diberikan kepada Polres Blora secara institusi atas keberhasilan menangani berbagai kasus PPA serta komitmen kuat dalam melindungi hak-hak perempuan dan anak di wilayah Kabupaten Blora. Selain itu, apresiasi juga diberikan secara khusus kepada Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto atas kepemimpinannya dalam mengoordinasikan penanganan kasus PPA dan memastikan proses penegakan hukum berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan.
Wakapolres Blora, Kompol Slamet Riyanto, turut menerima penghargaan atas perannya dalam mendukung penyusunan strategi serta memastikan kelancaran setiap tahapan penanganan kasus. Penghargaan serupa juga diterima Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Zaenul Arifin, yang dinilai berhasil mengelola dan mengoordinasikan kinerja Satuan Reserse Kriminal secara profesional, termasuk dalam proses penyidikan dan penindakan.
Peran Unit PPA Satreskrim Polres Blora juga mendapat sorotan khusus. Kanit PPA Ipda Subiyanto bersama seluruh anggota Unit PPA menerima apresiasi atas dedikasi dalam memberikan perlindungan kepada korban, menjalin koordinasi lintas instansi, serta mengawal proses pemulihan korban secara berkelanjutan.
Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto menegaskan bahwa penanganan masalah perempuan dan anak kini menjadi atensi serius berbagai pihak, mulai dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Komnas HAM, hingga Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Keseriusan Polri, menurutnya, juga diwujudkan melalui pembentukan Direktorat Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pidana Perdagangan Orang (PPO) di tingkat Polda.
“Polri sangat serius dalam menangani perkara yang melibatkan masalah perempuan dan anak. Di Polda sudah terbentuk Direktorat PPA dan PPO. Itu merupakan wujud keseriusan kepolisian dalam penanganan kasus terhadap perempuan, anak, dan perdagangan orang,” ujar AKBP Wawan.
Ia menambahkan, penghargaan tersebut merupakan anugerah sekaligus motivasi bagi seluruh personel, khususnya para penyidik, untuk bekerja lebih maksimal dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.
Sementara itu, Ketua Nasional TRC-PPA Indonesia, Jeny Claudya Lumowa, menyampaikan bahwa pola penanganan kasus PPA yang diterapkan Polres Blora menunjukkan pendekatan yang komprehensif, mulai dari penegakan hukum, perlindungan korban, hingga upaya pencegahan.
“Model penanganan yang Polres Blora lakukan layak menjadi rujukan nasional dalam upaya perlindungan perempuan dan anak,” ujar Jeny.
Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi Polres Blora untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan terhadap kelompok rentan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. (*)


0 komentar:
Posting Komentar