INFOBLORA.ID - Kuota LPG subsidi tiga kilogram (kg) di Kabupaten Blora tahun ini mengalami penurunan. Total kuota yang diterima kini sebesar 22.910 metric ton (MT) atau setara 7.636.666 tabung. Meski demikian, Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM (Dindagkop UKM) Blora memastikan pasokan elpiji melon tersebut masih mampu mencukupi kebutuhan masyarakat, termasuk saat momen Ramadan bulan depan.
Kepala Bidang UPTD Metrologi Legal Dindagkop UKM Blora, Indah Yuniatik, membenarkan adanya penurunan kuota LPG subsidi dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tercatat sekitar 401 MT atau setara 133.667 tabung.
“Kuota tahun 2025 lalu sebesar 23.311 metric ton, setara 7.770.333 tabung. Tahun ini kuotanya 22.910 metric ton atau 7.636.666 tabung, sehingga mengalami penurunan sekitar 133.667 tabung,” jelasnya.
Meski kuota berkurang, Indah menilai kondisi tersebut masih tergolong wajar karena terjadi di awal tahun dan stok LPG di lapangan relatif aman. Ia menyebutkan, pemerintah daerah masih memiliki ruang untuk mengajukan tambahan kuota pada momen tertentu.
“Awal-awal tahun memang kuotanya segitu, sedikit berkurang, tapi nanti pada momen Nataru atau kebutuhan meningkat, kita bisa mengajukan tambahan lagi,” ujarnya.
Saat ini, pasokan LPG di Blora ditopang oleh dua Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), yakni SPBE di wilayah Kabupaten Blora dan SPBE di Kecamatan Cepu. Menurutnya, keberadaan dua SPBE tersebut masih mampu melayani kebutuhan LPG subsidi untuk seluruh wilayah Kabupaten Blora.
Selain itu, jaringan distribusi LPG juga diperkuat dengan keberadaan 11 agen resmi. Jumlah tersebut bertambah satu dibandingkan sebelumnya yang hanya 10 agen. Agen baru tersebut, kata Indah, dikelola oleh Musthofa.
“Ada sebelas agen sekarang, sebelumnya sepuluh. Tambah satu agen baru,” ungkapnya.
Dindagkop UKM Blora juga telah mengalkulasi potensi peningkatan kebutuhan LPG saat Ramadan hingga Lebaran, yang kerap memicu lonjakan konsumsi dan potensi kelangkaan. Berdasarkan perhitungan sementara, stok LPG subsidi diprediksi masih aman hingga hari besar keagamaan tersebut.
“Setiap hari rata-rata dikeluarkan 45 LO (loading order). Satu LO berisi 560 tabung. Jadi per hari sekitar 25.200 tabung yang disalurkan,” pungkas Indah.
Dengan perhitungan tersebut, Dindagkop UKM Blora optimistis pasokan LPG 3 kg tetap terjaga dan masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi Ramadan dan Lebaran tahun ini.


0 komentar:
Posting Komentar