INFOBLORA.ID - Pertandingan sengit tersaji dalam lanjutan Liga 4 Jawa Tengah yang mempertemukan derby tetangga antara PSIR Rembang menjamu Persikaba Blora di Stadion Krida, Rembang. Meski berakhir tanpa gol 0-0, laga ini sarat tensi tinggi dan diwarnai drama kartu merah hingga kegagalan penalti di menit-menit akhir pertandingan.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, atmosfer panas langsung terasa. Kedua tim bermain terbuka dengan intensitas tinggi, membuat benturan antar pemain tak terhindarkan. Permainan keras memaksa wasit bekerja ekstra untuk meredam emosi pemain dari kedua kesebelasan.
Petaka bagi tim tamu datang pada menit ke-30. Gelandang andalan Persikaba Blora, Eka Febri, harus mandi lebih cepat usai menerima kartu kuning kedua. Kehilangan satu pemain sejak babak pertama membuat Persikaba berada dalam tekanan berat di bawah dukungan ribuan suporter tuan rumah.
Bermain dengan 10 pemain, Persikaba memilih tampil lebih pragmatis. Di bawah komando Bima dan Ragil di lini belakang, pertahanan Blora tampil disiplin dan solid. Serangan bertubi-tubi yang dilancarkan Laskar Dampo Awang—julukan PSIR Rembang—berulang kali kandas di tembok kokoh Persikaba. Skor kacamata bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, PSIR Rembang semakin meningkatkan intensitas serangan demi memecah kebuntuan. Namun, rapatnya barisan pertahanan Persikaba membuat tuan rumah frustrasi. Sesekali, Persikaba mampu keluar dari tekanan melalui skema serangan balik cepat yang sempat merepotkan lini belakang PSIR, meski akhirnya mampu digagalkan kiper tuan rumah.
Puncak drama terjadi di masa injury time. Wasit menunjuk titik putih setelah menilai bek Persikaba melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti. Keputusan tersebut memicu protes keras dari para pemain Persikaba yang menilai tidak ada pelanggaran berarti dalam insiden tersebut.
Kapten PSIR Rembang, Handoko, maju sebagai algojo. Stadion Krida mendadak terdiam saat eksekusi dilakukan. Namun, kiper Persikaba, Damar, tampil sebagai pahlawan dengan melakukan penyelamatan gemilang dan menepis bola penalti. Aksi heroik tersebut memastikan gawang Persikaba tetap perawan hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil imbang 0-0 ini membuat kedua tim harus puas berbagi satu poin. Namun bagi Persikaba Blora, hasil tersebut terasa seperti kemenangan. Tambahan satu poin memastikan Persikaba lolos ke babak 16 besar Liga 4 Jawa Tengah melalui jalur peringkat tiga terbaik.
Pelatih Persikaba Blora, Gusnul Yakin, mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil yang diraih anak asuhnya pada laga terakhir Grup A.
“Satu poin ini sangat berharga bagi kami. Selama sekitar 60 menit bermain dengan 10 pemain, semangat dan kesabaran para pemain luar biasa hingga mampu menahan PSIR Rembang,” ujarnya.
Menurut Gusnul, bermain di kandang lawan dengan tekanan suporter yang besar bukan perkara mudah.
“Atmosfer di sini sangat berat, tapi kami bersyukur bisa mencuri satu poin penting,” tambahnya.
Dengan hasil ini, Persikaba Blora melangkah ke babak 16 besar Liga 4 Jateng sebagai salah satu peringkat tiga terbaik. Sementara PSIR Rembang memastikan tiket 16 besar lewat jalur runner-up grup.


0 komentar:
Posting Komentar