| Embung milik PT.GMM operator Pabrik Gula Blora yang diduga menampung air irigasi pertanian milik petani. |
Warga Tinapan
Khumaidi mengatakan, surat tersebut sudah diterima pemprov. Bahkan, pihak
provinsi sudah menghubungi warga dan meminta mereka menunggu jadwal untuk
menghadap orang nomor satu di Jateng tersebut. ”Surat aduan sudah kami kirim
pekan lalu. Rencananya, Humas Pemprov Jateng akan memberik kabar pada pekan
ini,” kata Khumaidi.
Dia menuturkan, para
petani terpaksa mengadu ke gubernur. Karena, sampai sekarang perintah Bupati
Blora Djoko Nugroho agar menutup saluran irigasi yang mengarah ke tempat penampungan air
milik PT GMM belum juga dilaksanakan.
”Gagalnya penutupan saluran irigasi tersebut, salah satunya disebabkan sejumlah petani tebu menghalang-halangi. Di sisi lain, bupati justru tidak merespon. Seharusnya, kalau bupati serius memperjuangkan aspirasi kami, beliau tidak tinggal diam jika ada kejadian seperti ini,” lanjut dia.
”Gagalnya penutupan saluran irigasi tersebut, salah satunya disebabkan sejumlah petani tebu menghalang-halangi. Di sisi lain, bupati justru tidak merespon. Seharusnya, kalau bupati serius memperjuangkan aspirasi kami, beliau tidak tinggal diam jika ada kejadian seperti ini,” lanjut dia.
Dia menyebutkan,
kondisi ini membuat petani sawah di desanya semakin kesulitan mendapatkan air.
Sementara, air di penampungan PT GMM melimpah. Sehingga, untuk mendapat air
dengan jumlah cukup, warga yang memiliki uang menyewa mesin penyedot air dengan
harga Rp 50 ribu per jam.
Terpisah, Kabag Humas
dan Protokol Irfan Blora Iswandaru meminta semua pihak menghormati keputusan
dari pertemuan warga dan bupati, beberapa waktu lalu. Disinggung mengenai
kondisi di lapangan, ternyata perintah bupati untuk menutup saluran irigasi ke
penampuan PT GMM tidak dilakukan, Iswandari belum bisa memberikan komentar.
”Saat itu, bupati
memerintahkan untuk menutup irigasi yang mengarah ke PT GMM. Namun, sampai saat
ini belum ada perintah baru dari bupati,” ujarnya.
Sementara itu,
General Manager PT GMM Edi Winoto mengaku sudah mengecek langsung ke warga.
Mereka bertemu sejumlah warga, salah satunya Kades Tinapan. Dia berharap,
segera ada solusi terbaik dari persoalan ini. ”Dari kami, yang terpenting
bagaimana mencari jalan keluar terbaik dari masalah ini,” terangnya. (Priyo-Koma | Jo-infoblora)

0 komentar:
Posting Komentar