Home » , » Rumah Sakit Umum dr.R Soetijono Blora Kekurangan Dokter Spesialis

Rumah Sakit Umum dr.R Soetijono Blora Kekurangan Dokter Spesialis

infoblora.id on 17 Sep 2014 | 05.00

RSUD dr.R Soetijono Blora
BLORA. Jumlah penduduk di Kabupaten Blora yang tinggi mencapai 844.444 jiwa pada tahun 2013, ternyata tidak diimbangi dengan jumlah tenaga kesehatan khusususnya dokter.  Seperti di Rumah Sakit Umum dr.R.Soetijono Blora misalnya, kini hanya memiliki 4 tenaga dokter spesialis. 

Direktur RSU Kabupaten Blora dr. Nugroho Adi Warso mengatakan, tenaga dokter spesialis yang dimiliki RSUD Blora hanya 4 dokter spesialis di masing-masing bidang, meliputi spesialis kandungan, anak, bedah dan penyakit dalam. Padahal untuk sekelas RSU Blora yang terakreditasi C, normatifnya setiap bidang minimal memiliki 2 dokter spesialis. “Namun yang terjadi RSU Blora hanya memiliki 4 dokter spesialis saja,” ujar dr Nugroho, kemarin. 

Menurut Nugroho, 1 dari 4 dokter spesialis tersebut statusnya bahkan sudah ada yang pensiun dan tenaganya masih diperbantukan di RSU Blora. Selain itu, jumlah tenaga dokter umum di Kabupaten Blora pun dirasa masih kurang. Indikasi tersebut dapat terlihat dari jumlah dokter yang menjadi kepala puskesmas. “Seharusnya kepala puskesmas harus dikepalai oleh seorang dokter,” katanya. 

Namun yang terjadi saat ini, kata Nugroho, untuk kepala puskesmas adalah seorang perawat atau bidan.Hal itu merupakan kondisi yang ada, namun pihaknya tetap berupaya untuk selalu meningkatkan pelayanan kesehatan di RSU Blora. Kini, untuk mengantisipasi kekurangan dokter spesialis di RSU tersebut, pihaknya berupaya mengundang residen atau calon dokter spesialis dari Universitas Negeri Surakarta. 

Langkah tersebut guna mengisi kekurangan tenaga medis dokter spesialis di RSU agar pelayanan tetap berjalan baik. Dimungkinkan, hal tersebut terjadi karena biaya untuk melanjutkan sekolah ke dokter spesialis terlalu tinggi. Selain itu para dokter yang sudah menyandang status dokter spesialis enggan kembali di Kota Blora. 

“Selama ini dokter-dokter yang ada di Kabupaten Blora untuk melanjutkan pendidikan spesialis kebanyakan menggunakan dana pribadi dan ada beberapa yang memperoleh beasiswa dari pusat,” ungkapnya. 

Melihat kondisi tersebut, seharusnya Pemkab Blora pun harus memberikan perhatian yang lebih di bidang kesehatan. Paling tidak Pemkab Blora memberikan anggaran khusus untuk beasiswa dokter umum ke spesialis, agar jumlah tenaga medis spesialis di Blora tidak kekurangan. Namun hal tersebut memerlukan proses yang cukup panjang antara pihak eksekutif dan legislatif, agar anggaran tersebut dapat dimasukan dalam draf pembahasan APBD 2015 mendatang. (feb-patiekspres | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved