BLORA. Jumlah
penduduk di Kabupaten Blora yang tinggi mencapai 844.444 jiwa pada tahun
2013, ternyata tidak diimbangi dengan jumlah tenaga kesehatan khusususnya
dokter. Seperti di Rumah Sakit Umum dr.R.Soetijono Blora misalnya, kini
hanya memiliki 4 tenaga dokter spesialis.
Direktur RSU
Kabupaten Blora dr. Nugroho Adi Warso mengatakan, tenaga dokter spesialis yang
dimiliki RSUD Blora hanya 4 dokter spesialis di masing-masing bidang, meliputi
spesialis kandungan, anak, bedah dan penyakit dalam. Padahal untuk sekelas RSU
Blora yang terakreditasi C, normatifnya setiap bidang minimal memiliki 2 dokter
spesialis. “Namun yang terjadi RSU Blora hanya memiliki 4 dokter spesialis
saja,” ujar dr Nugroho, kemarin.
Menurut
Nugroho, 1 dari 4 dokter spesialis tersebut statusnya bahkan sudah ada yang
pensiun dan tenaganya masih diperbantukan di RSU Blora. Selain itu, jumlah
tenaga dokter umum di Kabupaten Blora pun dirasa masih kurang. Indikasi
tersebut dapat terlihat dari jumlah dokter yang menjadi kepala puskesmas.
“Seharusnya kepala puskesmas harus dikepalai oleh seorang dokter,” katanya.
Namun yang
terjadi saat ini, kata Nugroho, untuk kepala puskesmas adalah seorang perawat
atau bidan.Hal itu merupakan kondisi yang ada, namun pihaknya tetap berupaya
untuk selalu meningkatkan pelayanan kesehatan di RSU Blora. Kini, untuk
mengantisipasi kekurangan dokter spesialis di RSU tersebut, pihaknya berupaya
mengundang residen atau calon dokter spesialis dari Universitas Negeri
Surakarta.
Langkah
tersebut guna mengisi kekurangan tenaga medis dokter spesialis di RSU agar
pelayanan tetap berjalan baik. Dimungkinkan, hal tersebut terjadi karena biaya
untuk melanjutkan sekolah ke dokter spesialis terlalu tinggi. Selain itu para
dokter yang sudah menyandang status dokter spesialis enggan kembali di Kota
Blora.
“Selama ini dokter-dokter yang ada di Kabupaten Blora untuk
melanjutkan pendidikan spesialis kebanyakan menggunakan dana pribadi dan ada
beberapa yang memperoleh beasiswa dari pusat,” ungkapnya.
Melihat
kondisi tersebut, seharusnya Pemkab Blora pun harus memberikan perhatian
yang lebih di bidang kesehatan. Paling tidak Pemkab Blora memberikan anggaran
khusus untuk beasiswa dokter umum ke spesialis, agar jumlah tenaga medis
spesialis di Blora tidak kekurangan. Namun hal tersebut memerlukan proses yang
cukup panjang antara pihak eksekutif dan legislatif, agar anggaran tersebut
dapat dimasukan dalam draf pembahasan APBD 2015 mendatang. (feb-patiekspres | Jo-infoblora)
0 komentar:
Posting Komentar