Home » , » Temui Tim Transisi Jokowi-JK, Petani Tebu Blora Minta Impor Gula Dikurangi

Temui Tim Transisi Jokowi-JK, Petani Tebu Blora Minta Impor Gula Dikurangi

infoblora.id on 17 Sep 2014 | 01.30


Seniman Butet Kertaradjasa dampingi para petani tebu Blora saat bertemu tim transisi Jokowi-JK di kawasan Menteng Jakarta Pusat, Selasa (16/9) kemarin.
JAKARTA. Petani tebu kini menjerit. Derita mereka bertambah karena keran impor gula per tahunnya terus dibuka pemerintah pusat. Imbasnya, harga gula jatuh sehingga pendapatan petani tebu menurun. 

Permasalahan ini menjadi pembahasan ketika puluhan petani tebu dari Blora, Jawa Tengah, mendatangi Kantor Transisi Jokowi-JK di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, siang tadi, Selasa (16/9) kemarin.
 
Dipimpin seniman Butet Kertaradjasa, para petani kompak mengenakan pakaian khas Samin serba hitam lengkap dengan ikat di kepala dan diterima Ketua Deputi Transisi Rini Soemarno.

Butet mengaku menemani para petani tebu yang nasibnya terancam dengan kebijakan pemerintahan SBY yang tidak pro petani. "SBY membuka keran impor 3,6 juta ton gula pertahun, sehingga harga gula jatuh dan gula dari petani tidak laku," kata Butet.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Asosiasi Petani Tebu Blora, Anton Sudibyo. Dia mengeluhkan pemerintah saat ini kurang peka dengan kondisi petani tebu. "Setiap kami akan panen, pasti akan terjadi impor besar-besaran. Sehingga kami kesulitan untuk mengembalikan modal," kata dia.

Karena itu, Anton berharap Jokowi yang sebentar lagi diangkat menjadi presiden memperhatikan nasib petani, mayoritas penduduk Indonesia. Jokowi harus mengurangi impor pangan yang sangat merugikan petani. "Tanpa kebijakan pro petani kami tidak yakin bisa hidup," kata dia.

Dia menyarankan pemerintah baru nanti untuk mengurangi impor pangan terutama tebu hingga 80 persen. Bahkan kalau perlu hingga 100 persen atau tidak impor pangan sama sekali. Sebab, kondisi petani saat ini sangat menyedihkan. 

"Kami menunggu 12 bulan baru mendapat duit dari panen. Kalau pegawai kan enak tiap bulan dapat duit," keluhnya.

Dalam kesempatan itu, Anton juga mengucapkan terima kasih kepada Tim Transisi yang telah bersedia menemuinya. "Kami diterima dengan baik dan dalam waktu dekat ini mereka (tim transisi) akan berangkat ke Blora untuk melihat kondisi petani tebu," kata dia.

Deputi Transisi Hasto Kristiyanto menyambut baik kedatangan petani yang mengeluhkan maraknya impor gula dari luar negeri. "Mereka datang dengan spirit baru bahwa kebijakan yang terlalu membuka ruang rafinasi harus dikoreksi. Mosok sekian tahun kita tergantung dengan impor gula," kritik Hasto. (awa/jpnn | rs-infoblora)

Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved