”Kami sudah memeriksa enam orang saksi yang mengetahui kasus pembunuhan itu. Tapi, sejauh ini belum ada titik terang mengenai motif dan pelaku pembunuhan tersebut,” kata Kapolres AKBP Mujiyono, kemarin.
Menurut AKBP Mujiyono, anggota dari Reserse Mobile (Resmob) yang diturunkan dengan didukung tim dari dari polres lainnya masih terus melakukan penyisiran. Anggota bergerak ke sejumlah lokasi, dan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya untuk menyingkap siapa pelaku pembunuhan.
”Keterangan saksi dan berbagai informasi yang didapat, akan terus kami kembangkan. Saksi yang kami periksa keluarga korban, untuk menguak adanya motif balas dendam atau tidak,” ujarnya.
Mantan kabag Ops Polrestabes Semarang itu menambahkan, sesuai pemeriksaan yang dilakukan sementara di lokasi kejadian, perhiasan emas milik korban yang diduga dibawa kabur pelaku diperkirakan sampai puluhan gram. Di antaranya, perhiasan emas sebanyak 10 gelang yang dipakai di tangan kiri, dua kalung dan satu gelang di tangan kanan.
”Kami baru simpulkan, jika kasus ini adalah pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan terbunuhnya korban,” ujar AKBP Mujiyono.
Pasca kejadian, di lokasi pembunuhan di rumah korban masih nampak sepi dan garis polisi juga belum dilepas. Setelah kasus pembunuhan tersebut, sekitar lokasi juga ikut sepi. Padahal, lokasi tersebut dikenal sebagai tempat mangkalnya para pekerja seks komersial (PSK) dengan sebutan ”Yangjrong”.
”Sejak kejadian, lokasi itu jadi sepi. Biasanya, tiap malam selalu ramai,” ucap salah seorang warga.
Diketahui, Yulianti (45) warga Kelurahan/Kecamatan Kunduran ditemukan meninggal dunia di rumahnya dengan luka di sekitar telinga kiri dan kepala bagian belakang, Sabtu (13/9) lalu. Kasus pembunuhan itu terungkap, ketika warga curiga dengan rumah korban masih terbuka hingga tengah malam.
Namun, saat warga memanggil-manggil namanya, tidak ada balasan dari dalam rumah. Sehingga, beberapa warga mencoba mendekat dan melihat ke ruang tamu dari pintu yang terbuka tersebut. Warga terkejut, saat melihat korban terbujur kaku di tempat tidurnya. Kejadian tersebut, kemudian diberitahukan ke aparat Polsek Kunduran.
Tak berapa lama, anggota Polsek Kunduran bersama Polres Blora datang memeriksa tempat kejadian dan jasad korban. Dari tempat kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Dugaan awal, motif pembunuhan itu masih seputar pencurian dengan kekerasan.
Karena, perhiasan emas yang dipakai korban hilang. Perhiasan tersebut berupa gelang dan kalung serta cincin. Setelah dilakukan otopsi, jenazah korban dibawa keluarganya ke Grobogan, tempat asal korban untuk dimakamkan. (Aries-Murianews | rs-infoblora)
0 komentar:
Posting Komentar