![]() |
Ilustrasi pipa gas yang akan ditanam dari Gresik hingga Semarang melewati wilayah Blora selatan. |
BLORA. Sebagian wilayah selatan di Kabupaten Blora, akan di lalui proyek pipa
transmisi gas dari Pertamina EP Wilayah Timur. Pipa itu akan mendistribusikan Gas dari Gresik menuju Semarang, guna memenuhi kebutuhan gas pembangkit listrik dan industri di wilayah Jawa Tengah.
transmisi gas dari Pertamina EP Wilayah Timur. Pipa itu akan mendistribusikan Gas dari Gresik menuju Semarang, guna memenuhi kebutuhan gas pembangkit listrik dan industri di wilayah Jawa Tengah.
Informasi
yang dihimpun, sejumlah wilayah di Blora yang akan dilalui pipa adalah
Kecamatan Cepu, Kedungtuban, Kradenan, Randublatung dan Kecamatan Jati.
Humas PT. Pertamina Gas, Aditya Surya mengatakan, gas yang akan disalurkan dari Gresik menuju Semarang merupakan kelebihan (ekses gas) Pertamina EP dari wilayah Jawa Timur. Gas ditransmisikan dari TBS Transersitor meliputi lapangan Batur, Santor dan Keil.
Humas PT. Pertamina Gas, Aditya Surya mengatakan, gas yang akan disalurkan dari Gresik menuju Semarang merupakan kelebihan (ekses gas) Pertamina EP dari wilayah Jawa Timur. Gas ditransmisikan dari TBS Transersitor meliputi lapangan Batur, Santor dan Keil.
"Selain
untuk menyuplai pembangkit tenaga listrik, gas juga akan digunakan
untuk kalangan industri di wilayah Jawa Tengah," kata Aditya di sela-sela sosialisasi di Pendapa Kecamatan Cepu,
Selasa (16/9/2014) kemarin.
Dia menjelaskan, pipa transmisi akan dipasang di lahan milik PT. Kereta Api Indonesia (KAI). Dengan panjang keseluruhan mencapai 270 kilometer. Pemasangan akan dilakukan di sisi selatan rel dengan jarak 10,5 meter dari as rel lama. Perjanjian kerjasama (MoU) antara kedua
belah pihak telah ditandatangani beberapa waktu lalu di Jakarta.
Aditya menyebutkan, pemasangan pipa transmisi tersebut sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun 2011 lalu. Namun baru dimulai tahun ini setelah adanya alokasi gas dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Proyek ditargetkan selesai tahun 2016 dan beroperasi pada 2019 mendatang.
Dia menjelaskan, pipa transmisi akan dipasang di lahan milik PT. Kereta Api Indonesia (KAI). Dengan panjang keseluruhan mencapai 270 kilometer. Pemasangan akan dilakukan di sisi selatan rel dengan jarak 10,5 meter dari as rel lama. Perjanjian kerjasama (MoU) antara kedua
belah pihak telah ditandatangani beberapa waktu lalu di Jakarta.
Aditya menyebutkan, pemasangan pipa transmisi tersebut sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun 2011 lalu. Namun baru dimulai tahun ini setelah adanya alokasi gas dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Proyek ditargetkan selesai tahun 2016 dan beroperasi pada 2019 mendatang.
“Semua pengerjaan akan dilakukan oleh kontraktor. Saat ini masih dalam proses lelang di Jakarta,” katanya.
Teknik Checker PT. Pertamina Gas, Basuki mengemukakan, ada tiga teknik yang nantinya digunakan dalam pemasangan pipa transmisi. Yaitu ekskavasi, boring dan crossing yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Dengan spesifikasi pipa, lebar 28 inci dan tebal 19,1 milimeter. Serta kedalaman minimal dua hingga tiga meter dari permukaan.
Teknik Checker PT. Pertamina Gas, Basuki mengemukakan, ada tiga teknik yang nantinya digunakan dalam pemasangan pipa transmisi. Yaitu ekskavasi, boring dan crossing yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Dengan spesifikasi pipa, lebar 28 inci dan tebal 19,1 milimeter. Serta kedalaman minimal dua hingga tiga meter dari permukaan.
”Bulan Oktober hingga November nanti kita akan mulai lakukan survei lapangan bersama kontraktor,” sambung Basuki, menerangkan.
Menurut Basuki, kapasitas pipa transmisi gas Gresik - Semarang mencapai 500 million cubic feet per day (mmscfd). Sesuai dengan master plan yang ada, jaringan pipa gas ini akan dilengkapi dengan dua stationer. Kemungkinan besar, salah satunya akan dibangun di Cepu.
Menurut Basuki, kapasitas pipa transmisi gas Gresik - Semarang mencapai 500 million cubic feet per day (mmscfd). Sesuai dengan master plan yang ada, jaringan pipa gas ini akan dilengkapi dengan dua stationer. Kemungkinan besar, salah satunya akan dibangun di Cepu.
Dia menegaskan,
tidak akan terjadi tumpang tindih antara proyek ini dengan pipanisasi
gas dari Central Prosessing Plant Gas (CPP) Gas Blok Gundih di Desa
Sumber, Kecamatan Kradenan menuju Tambaklorok.
Camat Cepu, Mei Nariyono, menambahkan, pemasangan pipa transmisi gas diutamakan di lahan rel ganda (double track). Jika nantinya ada tanah milik warga di wilayahnya yang terkena dampak, akan diberikan ganti rugi. “Kita akan menjembatani warga dengan Pertamina PT. Pertamina Gas,” tandas Mei. (ams-suarabanyuurip | rs-infoblora)
Camat Cepu, Mei Nariyono, menambahkan, pemasangan pipa transmisi gas diutamakan di lahan rel ganda (double track). Jika nantinya ada tanah milik warga di wilayahnya yang terkena dampak, akan diberikan ganti rugi. “Kita akan menjembatani warga dengan Pertamina PT. Pertamina Gas,” tandas Mei. (ams-suarabanyuurip | rs-infoblora)
0 komentar:
Posting Komentar