![]() |
Proses distribusi LPG 3 Kg akan diawasi menyusul kenaikan harga LPG 12 Kg, karena dikhawatirkan ada perpindahan konsumen dari 12 Kg ke 3 Kg. |
BLORA. Pemerintah Kabupaten Blora, akan memperkat pengawasan
distribusi LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram (Kg) menyusul naiknya harga
LPG ukuran 12 Kg. Pengawasan itu dilakukan karena dimungkinkan banyak
konsumen yang akan beralih menggunakan LPG bersubsidi tersebut.
“Mekipun
stok LPG sampai saat ini masih aman, kami akan tetap melakukan
pengawasan,” tegas Kepala Disperindagkop & UMKM Kabupaten Blora,
Maskur.
Dia menjelaskan, sejak di tetapkannya kenaikan harga LPG
12 Kg, baru 10 persen masyarakat yang beralih ke tabung 3 Kg. Ia
mengungkapkan, dibandingkan dengan bulan Agustus 2013 lalu yang mencapai
371.351 unit, laporan sampai dengan akhir Agustus 2014 ini lebih
rendah, yaitu 358.899 unit.
"Jangan sampai ada permainan harga di tingkat pengecer yang memanfaatkan kesempatan kelangkaan," pesan Maskur.
Sementara
itu, di pangkalan LPG Bangun Mitra Cepu, mulai merasakan dampak
kenaikan tabung gas 12 kilgram. Masyarakat peminat tabung 12 kilogram
menunjukkan penurunan. Dari jatah 150 buah tabung ukuran 12 kilogram
yang biasanya habis dalam seminggu, hingaga memasuki minggu ke dua masih
tersisa 30 buah.
"Iya ada penurunan konsumsi tabung LPG 12 Kg," sambug Kascuk, (27), salah satu karyawan pangkalan tersebut.
Meskipun
peminat tabung tersebut mulai menurun, namun tidak mempengaruhi stok
LPG ukuran 3 kilogram. Pasalnya dari pelanggan yang mengambil tabung di
tempatnya rata-rata adalah pengecer.
“Tidak ada
kenaikan permitaan karena kami batasi setiap pembelian,” kata Kascuk
seraya menjelaskan dari jatah sebanyak 560 tabung ukuran 3 kilogram
selalu habis dalam dua hari. (ams-suarabanyuurip | Jo-infoblora)
0 komentar:
Posting Komentar