![]() |
Festival Dalang Bocah 2014 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Minggu (21/9) kemarin. |
BLORA. Festival Dalang Bocah 2014 yang diselenggarakan Persatuan
Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Blora pada hari Minggu (21/9) kemarin
berjalan meriah di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora. Festival yang digelar
untuk menumbuhkan rasa cinta pada budaya wayang pada anak-anak ini diikuti 7
dalang bocah berbakat se Kabupaten Blora.
Ketua
Pepadi Blora, H. Sukarno, SH, mengatakan ide dan gagasan pelaksanaan festival
Dalang Bocah tingkat Kabupaten Blora, sebenarnya sudah dua tahun lalu. Tetapi
karena susuatu dan lain hal baru bisa terlaksana pada tahun ini. “Gagasannya
sudah dua tahunn lalu, tetapi baru bisa terlaksana pada tahun 2014,” tandasnya.
Penilaian Festival Dalang Bocah, kata dia, diantaranya penyaji terbaik dan penyaji sastra terbaik. Selain itu para penonton dan undangan dibagikan kartu untuk menentukan pilihan dalang bocah favorit.
“Sebab, masing-masing dalang memiliki kelebihan, jadi ada penilaian tersendiri oleh dewan juri,” katanya.
Ketujuh Dalang Bocah tersebut yaitu Yogi Dwi Oktavianto, asal Desa Bleboh, siswa Kelas VIII SMPN 2 Jiken, membawakan lakon Sena Maguru. Surya Aji Anggoro, asal Dukuh Ngareng Desa Tambaksari Kecamatan Blora, siswa kelas VII SMPN 2 Blora membawakan lakon Brojodento Balelo.
Kemudian Danar Dwi Primadya kelas IV SD Muhammadiyah membawakan lakon Bubrah Alengka. Alif Wismi Salman Abdillah kelas IV SD Islam Baitunur Blora, asal Dukuh Maguan, Desa Tamanrejo Kecamatan Tunjungan dengan lakon Lahire Wisanggeni.
Selanjutnya Mayrico Kukuh Adam Belniro, siswa kelas VIII SMPN 1 Blora membawakan lakon Aji Narantoko. Igo Ilmah Sampurno, siswa kelas VIII SMPN 1 Jiken membawakan lakon Noroyono Winisuda. Dalang Bocah paling pungkas yakni Catur Ibnu Nabawi, siswa kelas V SD Kartini Blora membawakan lakon Lahire Gatotkoco.
Penilaian Festival Dalang Bocah, kata dia, diantaranya penyaji terbaik dan penyaji sastra terbaik. Selain itu para penonton dan undangan dibagikan kartu untuk menentukan pilihan dalang bocah favorit.
“Sebab, masing-masing dalang memiliki kelebihan, jadi ada penilaian tersendiri oleh dewan juri,” katanya.
Ketujuh Dalang Bocah tersebut yaitu Yogi Dwi Oktavianto, asal Desa Bleboh, siswa Kelas VIII SMPN 2 Jiken, membawakan lakon Sena Maguru. Surya Aji Anggoro, asal Dukuh Ngareng Desa Tambaksari Kecamatan Blora, siswa kelas VII SMPN 2 Blora membawakan lakon Brojodento Balelo.
Kemudian Danar Dwi Primadya kelas IV SD Muhammadiyah membawakan lakon Bubrah Alengka. Alif Wismi Salman Abdillah kelas IV SD Islam Baitunur Blora, asal Dukuh Maguan, Desa Tamanrejo Kecamatan Tunjungan dengan lakon Lahire Wisanggeni.
Selanjutnya Mayrico Kukuh Adam Belniro, siswa kelas VIII SMPN 1 Blora membawakan lakon Aji Narantoko. Igo Ilmah Sampurno, siswa kelas VIII SMPN 1 Jiken membawakan lakon Noroyono Winisuda. Dalang Bocah paling pungkas yakni Catur Ibnu Nabawi, siswa kelas V SD Kartini Blora membawakan lakon Lahire Gatotkoco.
Alif Wismi Pemenang Festival Dalang Bocah 2014 |
Dari berbagai tampilan yang dibawakan 7 dalang
bocah tersebut, akhirnya dewan juri menetapkan Alif Wismi Salman Abdillah dari
SD Islam Baitunnur Blora sebagai Juara Umum dan Juara Favorit Festival Dalang
Bocah 2014.
Bocah asal Dukuh Maguan, Desa Tamanrejo Kecamatan Tunjungan tersebut
mampu menarik empaty penonton dengan lakon Lahirnya Wisanggeni. Anak tersebut
dikenalkan oleh orang tuanya pada dunia wayang sejak masih Taman Kanak-Kanak.
Alif memiliki darah seni dari kakeknya yang seniman kethoprak.
“Semuanya bagus dan standar sesuai usia anak-anak. Namun karena ada beberapa
kretiria penilaian, tanpa mengurangi motivasi mendalang pada anak-anak, maka
yang belum meraih juara jangan berkecil hati, melainkan terus berkarya, dan
saya siap membantu bimbingan,” kata Hartanto yang juga dalang senior Blora.
Juara umum (hangabehi) merupakan kreteria penilaian yang meliputi caturan,
sastra, sabet dan kesesuaian iringan. Penilaiannya dilakukan oleh Tim
Juri. Juara favorit, ditentukan oleh penonton dengan cara menuliskan pilihan
dari ke tujuh dalang bocah yang tampil. Penonton dan semua yang terlibat berhak
menuliskan pada kertas yang telah dibagikan oleh panitia. Kemudian oleh panitia
di rangking berdasarkan perolehan dukungan masing-masing kepada peserta.
Hadir pada Festival Dalang Bocah Tingkat
Kabupaten Blora 2014 diantaranya Sekda Blora Ir. H. Sutikno Slamet, Asisten
Setda Drs Bondan Sukarno, MM, sejumlah Staf Ahli Bupati Blora, seniman dan
budayawan Blora serta dalang yang tergabung dalam Pepadi setempat.
Festival ditutup dengan pagelaran wayang kulit Ki Dalang Mudho Sutarno dari Mendenrejo Kecamatan Kradenan pada malam harinya dengan menampilkan Sinden Nyi Iswahyuti dan Nyi Wulandari yang sebelumnya berhasil memenangi Festival Sinden Idol Jateng 2014 dan dihadiri langsung Bupati Djoko Nugroho. (rs-infoblora | DPPKKI Blora)
Festival ditutup dengan pagelaran wayang kulit Ki Dalang Mudho Sutarno dari Mendenrejo Kecamatan Kradenan pada malam harinya dengan menampilkan Sinden Nyi Iswahyuti dan Nyi Wulandari yang sebelumnya berhasil memenangi Festival Sinden Idol Jateng 2014 dan dihadiri langsung Bupati Djoko Nugroho. (rs-infoblora | DPPKKI Blora)
0 komentar:
Posting Komentar