Home » , , » Badan Geologi Berminat Kembangkan Kawasan Geowisata di Kabupaten Blora

Badan Geologi Berminat Kembangkan Kawasan Geowisata di Kabupaten Blora

infoblora.id on 11 Sep 2014 | 04.00

Seorang pengunjung menikmati keindahan Goa Terawang di Kecamatan Todanan Blora yang akan dijadikan kawasan Geowisata.

BLORA. Badan Geologi menaruh minat yang tinggi terhadap potensi alam yang ada di Kabupaten Blora. Sebab, dengan keanekaragaman potensi wisata alam dan budaya di Blora itu layak dikembangkan menjadi geowisata. Namun, sampai saat ini belum ada upaya positif untuk menindaklanjuti wacana tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Slamet Pamudji mengatakan wacana pengembangan geopark tersebut, sudah ada sejak lama. Sejumlah pihak yang berminat mengembangkan geowisata di Blora itu, datang dari sejumlah instansi dan juga pihak swasta. Selain dari Museum Geologi Bandung, Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah juga berminat untuk mengembangkan geopark di Blora.

”Tinggal bagaiamana memadukan konsep dari visi yang ada dari berbagai institusi tersebut, dengan visi yang kami miliki. Setelah itu, baru dilanjutkan dengan aplikasinya di lapangan,” kata Slamet, kemarin.

Menurut Mumuk, panggilan akrab Slamet Pamuji, persiapan dalam menyambut wacana tersebut, pihaknya mulai memberikan pemahaman yang serius pada warga. Terutama warga yang tinggal di sekitar situs atau daerah yang akan dikembangkan tersebut.

Goa Terawang pada saat liburan banyak dikunjungi warga.
”Pak Haryadi Rahmat dari Museum Geologi Bandung Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pernah datang dan menyatakan, kalau Blora punya potensi keanekaragaman geologi. Potensi alam itu, cukup monumental untuk dimanfaatkan jadi daerah tujuan wisata beraspek geologi. Sehingga, muncul konsep geowisata dan geopark,” jelas Mumuk.

Lebih lanjut Mumuk menjelaskan, geowisata didefinisikan sebagai pariwisata yang menopang atau meningkatkan karakter geografis lingkungan, budaya, estetika, warisan dan kesejahteraan penduduknya. Geowisata menggabungkan konsep pariwisata berkelanjutan, yang tujuannya murni untuk generasi masa depan. Geowisata juga mengambil prinsip dari ekowisata, yaitu pendapatan pariwisata harus mempromosikan konservasi dan memperluas budaya dan sejarahnya.

”Sedang geopark, didefinisikan wilayahnya meliputi satu atau lebih situs penting ilmiah. Tidak hanya untuk alasan geologi, tapi juga berdasar nilai ekologis, arkeologi maupun nilai budayanya. Di Indonesia, Geopark Batur merupakan geopark pertama di Indonesia. Di masa mendatang, lima kawasan dibidik jadi geopark. Yakni Rinjani, Pacitan, Danau Toba, Merangin di Jambi dan Raja Ampat,” pungkas Mumuk. (Aries-Murianews | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved