![]() |
| Gundala Wijasena, Kepala KKP Blora |
BLORA. Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) di desa mandiri pangan
menjadi salah satu fokus perhatian Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Blora.
Dengan pemberdayaan tersebut, diharapkan wanita tani lebih mandiri guna
menopang ekonomi keluarga masing-masing.
Selain diikutsertakan
dalam sejumlah pelatihan, KWT juga diberikan bantuan peralatan untuk
mengembangkan usaha. Salah satu bantuan tersebut diserahkan oleh Kepala
Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Blora Gundala Wejasena. Bantuan itu berupa
mesin pembuat tepung.
"Bantuan mesin penepung kami serahkan
kepada kelompok tani Subur Makmur Desa Kamolan, KWT Desa Kamolan, KWT
Subur Dukuh Nglaban Kelurahan Sonorejo serta kelompok tani Subur Tani
Kelurahan Sonorejo," ujar Gundala Wejasena, Kamis (17/4).
Menurutnya
bantuan itu berasal dari Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah.
Gundala menyebutkan alat tersebut diberikan kepada kelompok afinitas di
Desa Kamolan dan Kelurahan Sonorejo untuk modal bisnis pembuatan tepung
baik itu tepung jagung maupun ubi-ubian.
"Diharapkan dengan bantuan itu kelompok tani di dua tempat itu bisa lebih mandiri dalam menunjang ekonomi keluarga," tandasnya.
Desa
Kamolan dan Kelurahan Sonorejo Kecamatan Blora sebelumnya telah
ditunjuk menjadi desa replikasi program Desa Mandiri Pangan di Kabupaten
Blora. Anggaran pelaksanaan program tersebut bersumber dari bantuan
APBD Provinsi Jateng.
Gundala Wejasena menjelaskan kegiatan
tersebut bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui kelompok
afinitas. Untuk Desa Kamolan, kegiatannya berupa pemeliharaan sebanyak
33 ekor kambing dan 33 ekor domba.
Sedang untuk Kelurahan Sonorejo
berupa pemeliharaan 66 ekor kambing. Selain itu juga bantuan berupa
mesin pembuat tepung dari produk pertanian lokal. Melalui desa mandiri
pangan diharapkan akan terwujud masyarakat berdikari yang berlandaskan
pada azas gotong royong.
Menurut Gundala, agar pelaksanaan program
berhasil dengan baik, pihaknya belum lama ini melakukan sosialisasi
kepada masyarakat Kamolan dan Sonorejo.
"Di sosialisasi itu
dijelaskan kegiatan desa mandiri pangan itu apa saja. Sekaligus juga
pertanggungjawabannya seperti apa," katanya. (rs-infoblora | abdul muiz)


1 komentar:
Sip mas programnya..
smoga kami warga blora bisa merasakan manfaat nya.
nek bisa itu lho knapa pohon kelapa saya pada mati terus, dipangan kwawung.
Posting Komentar