Home » , » Wujudkan Desa Mandiri Pangan, KKP Blora Berdayakan Kelompok Wanita Tani

Wujudkan Desa Mandiri Pangan, KKP Blora Berdayakan Kelompok Wanita Tani

infoblora.id on 18 Apr 2014 | 03.59

Gundala Wijasena, Kepala KKP Blora
BLORA. Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) di desa mandiri pangan menjadi salah satu fokus perhatian Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Blora. Dengan pemberdayaan tersebut, diharapkan wanita tani lebih mandiri guna menopang ekonomi keluarga masing-masing.

Selain diikutsertakan dalam sejumlah pelatihan, KWT juga diberikan bantuan peralatan untuk mengembangkan usaha. Salah satu bantuan tersebut diserahkan oleh Kepala Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Blora Gundala Wejasena. Bantuan itu berupa mesin pembuat tepung.

"Bantuan mesin penepung kami serahkan kepada kelompok tani Subur Makmur Desa Kamolan, KWT Desa Kamolan, KWT Subur Dukuh Nglaban Kelurahan Sonorejo serta kelompok tani Subur Tani  Kelurahan Sonorejo," ujar Gundala Wejasena, Kamis (17/4).

Menurutnya bantuan itu berasal dari Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah. Gundala menyebutkan alat tersebut diberikan kepada kelompok afinitas di Desa Kamolan dan Kelurahan Sonorejo untuk modal bisnis pembuatan tepung baik itu tepung jagung maupun ubi-ubian.

"Diharapkan dengan bantuan itu kelompok tani di dua tempat itu bisa lebih mandiri dalam menunjang ekonomi keluarga," tandasnya.

Desa Kamolan dan Kelurahan Sonorejo Kecamatan Blora sebelumnya telah ditunjuk menjadi desa replikasi program Desa Mandiri Pangan di Kabupaten Blora. Anggaran pelaksanaan program tersebut bersumber dari bantuan APBD Provinsi Jateng.

Gundala Wejasena menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui kelompok afinitas. Untuk Desa Kamolan, kegiatannya berupa pemeliharaan sebanyak 33 ekor kambing dan 33 ekor domba.

Sedang untuk Kelurahan Sonorejo berupa pemeliharaan 66 ekor kambing. Selain itu juga bantuan berupa mesin pembuat tepung dari produk pertanian lokal. Melalui desa mandiri pangan diharapkan akan terwujud masyarakat berdikari yang berlandaskan pada azas gotong royong.

Menurut Gundala, agar pelaksanaan program berhasil dengan baik, pihaknya belum lama ini melakukan sosialisasi kepada masyarakat Kamolan dan Sonorejo.

"Di sosialisasi itu dijelaskan kegiatan desa mandiri pangan itu apa saja. Sekaligus juga pertanggungjawabannya seperti apa," katanya. (rs-infoblora | abdul muiz)
Share this article :

1 komentar:

Ujak mengatakan...

Sip mas programnya..
smoga kami warga blora bisa merasakan manfaat nya.
nek bisa itu lho knapa pohon kelapa saya pada mati terus, dipangan kwawung.

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved