![]() |
| Ketua KPU Blora, Arifin. |
BLORA. Komisi
Pemilihan Umum (KPU) Blora berhasil melampaui target tingkat
partisipasi pemilih di Blora dalam Pemilu Legislatif (Pileg) yang
digelar 9 April lalu. Tingkat partisipasi pemilih di Blora mencapai
76,78 persen lebih tinggi dari yang ditargetkan KPU Pusat sebesar 75
persen.
‘’Sesuai yang kami prediksi sebelumnya, tingkat
partisipasi pemilih di Blora di atas 75 persen,’’ ujar Ketua KPU Blora,
Arifin, Senin (21/4/2014).
Menurut Arifin, hal itu diketahui
setelah KPU Blora menyelesaikan rekapitulasi suara, mulai 19 April lalu.
Peningkatan partisipasi pemilih itu tidak terlepas dari gencarnya
sosialisasi yang dilakukan KPU Blora.
‘’Termasuk slogan-slogan
Pemilu yang selama ini dimunculkan di setiap sosialisasi. Seperti
Pemilih Cerdas Pemilu Berkualitas. Masyarakat semakin termotivasi
menggunakan hak pilihnya,’’ kata Arifin.
Sekadar diketahui,
tingkat partisipasi pemilih di Blora cenderung menurun di beberapa kali
Pemilu. Di Pemilu 2004 tingkat partisipasi pemilih di Blora mencapai 86
persen, sedangkan pemilu 2009 menurun menjadi 75 persen. Kecenderungan
menurunnya tingkat partisipasi pemilih juga terjadi dalam Pemilukada
baik Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati maupun Pemilihan Gubernur dan
Wakil Gubernur.
Pada Pilbup Blora 2005 partisipasi pemilih
mencapai 74,6 persen sedangkan pada 2010 menurun menjadi 71,7 persen.
Sementara dalam Pilgub Jateng 2008 partisipasi pemilih mencapai 61,7
persen sedangkan pada 2013 menurun menjadi 55,9 persen.
Sedangkan
Moesafa menambahkan, sesuai data yang dimilikinya, di Pemilu tahun ini
jumlah pemilih yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak
697.762 orang. Dari jumlah tersebut 535.717 orang pemilih hadir
menggunakan hak pilihnya.
Dengan demikian jumlah pemilih yang
tidak hadir sebanyak 162.045 orang. ‘’Banyak hal yang menyebabkan
pemilih tidak hadir namun yang paling dominan adalah pemilih tersebut
sedang merantau atau bekerja di luar Blora,’’ ujar Moesafa.
Moesafa
yang pernah menjadi ketua KPU Blora mengungkapkan, tingkat partisipasi
pemilih tertinggi di Blora ada di Kecamatan Jepon sebesar 81,05 persen.
Disusul berikutnya Kecamatan Bogorejo (80,86 %) dan Kecamatan Tunjungan
(79,66 %). Adapun kecamatan yang tingkat partisipasi pemilihnya terendah
adalah Kecamatan Jati 71,60 % dan Kecamatan Sambong 73,25 %. (rs-infoblora | ali)


1 komentar:
Ga usah buta hati & tutup mata mas aripin. Partisipan naik karena jasa SEBET caleg tertentu.
Warga pergi ke TPS karena sdh terlanjur nerima uang suap.
"Ga enak klo ga ikut nyoblos, sdh mau terima uang suap. Klo ga ada sangu ya ga mau dateng ke TPS"
Ato mau buat alasan untuk buat anggaran sosialisasi naik tinggi??
Mau maen kadal2 an ya...???
Posting Komentar