Home » , , » Pasokan Gas PPGJ Ds.Sumber Kec.Kradenan ke PLTGU Tambaklorok Semarang Hemat 21,4 Trilliun Anggaran Negara

Pasokan Gas PPGJ Ds.Sumber Kec.Kradenan ke PLTGU Tambaklorok Semarang Hemat 21,4 Trilliun Anggaran Negara

infoblora.id on 25 Sep 2013 | 07.06

Perkerja PT.Pertamina EP menyelesaikan pembangunan Central Processing Plant (CPP) Proyek Pengembangan Gas jawa di Ds.Sumber Kec.Kradenan Blora.
SEMARANG. PT Pertamina EP memperkirakan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok Semarang memiliki potensi penghematan hingga Rp21,4 triliun setelah mengalihkan sumber energinya dari diesel ke gas.

"Pengalihan sumber energi dari diesel ke gas jauh lebih murah dan ramah lingkungan," kata Manajer Humas Pertamina EP Agus Amperianto di Semarang, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sudah meneken kerja sama pasokan gas dengan PLTGU Tambak Lorok selama 12 tahun ke depan, yang distribusinya akan dialirkan melalui pipa, dari Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) Blok Gundih di Desa Sumber Kec.Kradenan, Blora, Jawa Tengah.

"Potensi penghematan sebanyak itu didapatkan dari selisih biaya penggunaan HSD ('high speed diesel') dengan gas bumi sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Berdasarkan kalkulasi perbandingan nilai kalor, gas bumi memiliki keunggulan 26,31 kali lebih tinggi dibandingkan dengan HSD," katanya.

Nilai kalori HSD per liter sebesar 9.100 kilokalori (Kcal), sedangkan gas bumi bisa mencapai lebih dari 239.000 Kcal. Berdasarkan asumsi pasokan 50 juta kaki kubik per hari ("millions standard cubic feet per day") MMSCFD gas untuk PLTGU Tambak Lorok, menurut Agus, maka potensi penghematannya bisa mencapai Rp5,4 miliar/hari atau sekitar Rp21,4 triliun dalam 12 tahun. 


PPGJ merupakan proyek pengembangan lapangan gas Blok Gundih yang berasal dari struktur Kedungtuban, Randublatung, dan Kedunglusi, Kabupaten Blora. Proyek ini bertujuan untuk mengembangkan, memproses, dan memproduksi gas di area Gundih sesuai dengan keekonomian agar siap dijual ke konsumen dengan volume 50 MMSCFD pada 2013.

Gas akan disalurkan oleh PT Sumber Petrindo Perkasa, sedangkan posisi Pertamina EP sebagai produsen gas di Indonesia dengan pembeli PLTGU Tambak Lorok milik PT PLN (Persero) dengan masa kontrak selama 12 tahun.

Agus Amperianto menegaskan peralihan sumber energi dari diesel ke gas selain akan menjamin kelangsung pasokan energi yang lebih stabil juga akan mengurangi ketergantungan impor BBM karena saat ini sebagian solar untuk konsumsi dalam negeri diperoleh dari impor.

"Kebuituhan BBM dalam negeri sekitar 1,2 juta barel per hari, sedangkan yang dihasilkan dari dalam negeri sekitar 850.000 barel sehingga kekurangannya harus dipenuhi dengan impor," kata lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Yogyakarta itu.

Ia menambahkan selama proses pembangunan "Central Processing Plant" Blok Gundih, Pertamina EP sebagian besar mempekerjakan tenaga lokal. "Dalam proses pembangunan tersebut dipekerjakan sekitar 1.700 orang, 65 persen di antaranya tenaga kerja lokal," katanya.

(rs-infoBlora | kontributor : Hernawan-antarajateng.com)
Share this article :

1 komentar:

Ujak mengatakan...

Mari bersyukur pada Tuhan karena karunianya pada blora diberi kekayaan gas alam.
Pada Pak Bupati agar melobi Pertamina Cepu & Titis Sampurna sbg operator untuk rekrut tenaga kerja BLOra. Mari kurangi pengangguran.
Lulusan sekolah SMU ato SMK adalah aset SDM yang handal.
Semoga saya bisa untuk memastikan lulusan terbaik smu/smk blora bisa masuk.

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved