![]() |
| Jl.Tambakromo ditanami pisang, warga mengeluh karena perbaikan jalan tak kunjung dilanjutkan sehingga mengakibatkan banyak debu beterbangan dan mengganggu kesehatan (rs-infoBlora) |
Kepala UPTD DPU Wilayah II Cepu, Wisnu Wirastomo, mengatakan, pihaknya sudah melaporkan hal itu kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum Blora dan Bina Marga Jawa Tengah.
"Saya sudah sampaikan," ujarnya saat mendampingi Muspika Cepu tinjau lokasi, Sabtu (17/8/2013).
Terpisah, Pengawas dari Bina Marga Jawa Tengah, Supa'at mengaku, sudah mendapat laporan aksi protes warga tersebut. Dirinya menyadari dan maklum atas tindakan warga yang melakukan aksi dikarenakan memang kondisi jalan yang berlubang dan sulit dilewati kendaraan.
Supa'at menegaskan, telah meminta kepada PT. Sempalan Teknologi Nasional Kudus, selaku kontraktor pelaksana proyek untuk secepatnya melakukan penggurugan jalan yang berlubang.
"Kontraktor sudah siap. Senin depan ini akan dilakukan penggurugan sebelum tahap pengaspalan hotmic dilakukan," tandasnya.
Dia mengungkapkan, terlalu lama tenggang waktu pengurugan landasan dasar dengan pengaspalan ini dikarenakan ketersediaan material aspal yang sulit. "Karena kesulitan mendapatkan material aspal hotmic, kontraktor rencananya mau mengambil dari AMP di wilayah Pati," tutur Supa'at.
Meski demikian, belum ada keterlambatan pengerjaan dari kontraktor karena tenggat waktu pengerjaan proyek ini dijadwalkan selesai pada 20 Oktober 2013 mendatang.
Seperti diketahui, karena kondisi jalan yang rusak, berlubang dan berdebu membuat warga gerah. Selain masyarakat sekitar melakukan penyiraman jalan dengan menggunakan diesel, puncaknya warga menanami jalan dengan pohon pisang ditengah-tengah jalan dan mengibarkan merah putih diatas pohon tersebut.
Penanaman pohon itu dilakukan mulai dari sebelah barat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (SPBU) Cepu tepatnya setelah trafich light, depan Bravo Cepu, hingga sepanjang 500 meter arah Cepu-Randublatung yang menuju Purwodadi. Meski ditanami pisang, kondisi jalan masih bisa dilewati karena penanaman dilakukan ditengah-tengah jalan. (rs-infoBlora | kontributor : ali musthofa - suarabanyuurip)


7 komentar:
Tidak hanya tambak romo saja, Tapi semua akses jalan di blora berbahaya. Malu jadi orang blora yang katanya kaya minyak.
AMPAS
tak titeni loh,,,,jelas'se senin depan iku,,,jam piro,,,tgl piro,,,bulan piro,,,,tahun piro,,,????jo janji doank,,,
Bagaimana blora bisa maju perekonomiannya,kalau jalanya saja masih pada rusak
sy salah satu yang paling depan agar kab.blora menjadi negara sendiri, bukannya saya gak cinta NKRI, tapi NKRI-lah yg gak cinta ma daerah kita, kmaren pulang lebaran sy miris sekali melihat infrastruktur jalan terutama yang katanya kita kaya minyak dan hasil hutan dll, keadaan-nya seperti daerah terpencil di pulau lain, mana hasilnya?
betul, sepeda motorku wingi temangsang ning jalan blora - banjarejo, dalane welek poolll
Jalan Randublatung-Blora lebih parah lagi, katanya anggaran sudah diketok DPRD tapi mana kenyataannya? Kayaknya ada semacam saling lempar tanggung jawab antara eksekutif dan legislatif.
Posting Komentar