Home » , » Jl.Tambakromo Cepu Ditanami Pisang, Bina Marga Jateng Berjanji Senin Nanti Perbaikan Akan Dilanjutkan

Jl.Tambakromo Cepu Ditanami Pisang, Bina Marga Jateng Berjanji Senin Nanti Perbaikan Akan Dilanjutkan

infoblora.id on 18 Agu 2013 | 07.08

Jl.Tambakromo ditanami pisang, warga mengeluh karena perbaikan jalan tak kunjung dilanjutkan sehingga mengakibatkan banyak debu beterbangan dan mengganggu kesehatan (rs-infoBlora)
BLORA. Penanaman pohon pisang di jalan wilayah Kelurahan Tambakromo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah oleh warga setempat mendapat perhatian Muspika Cepu. Para pejabat itu meninjau lokasi jalan rusak selepas upacara peringatan HUT RI Ke- 68 di Lapangan Ronggolawe Cepu, Sabtu (17/8/2013) kemarin.

Kepala UPTD DPU Wilayah II Cepu, Wisnu Wirastomo, mengatakan, pihaknya sudah melaporkan hal itu kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum Blora dan Bina Marga Jawa Tengah.

"Saya sudah sampaikan," ujarnya saat mendampingi Muspika Cepu tinjau lokasi, Sabtu (17/8/2013).

Terpisah, Pengawas dari Bina Marga Jawa Tengah, Supa'at mengaku, sudah mendapat laporan aksi protes warga tersebut. Dirinya menyadari dan maklum atas tindakan warga yang melakukan aksi dikarenakan memang kondisi jalan yang berlubang dan sulit dilewati kendaraan.

Supa'at menegaskan, telah meminta kepada PT. Sempalan Teknologi Nasional Kudus, selaku kontraktor pelaksana proyek untuk secepatnya melakukan penggurugan jalan yang berlubang.

"Kontraktor sudah siap. Senin depan ini akan dilakukan penggurugan sebelum tahap pengaspalan hotmic dilakukan," tandasnya.

Dia mengungkapkan, terlalu lama tenggang waktu pengurugan landasan dasar dengan pengaspalan ini dikarenakan ketersediaan material aspal yang sulit. "Karena kesulitan mendapatkan material aspal hotmic, kontraktor rencananya mau mengambil dari AMP di wilayah Pati," tutur Supa'at.

Meski demikian, belum ada keterlambatan pengerjaan dari kontraktor karena tenggat waktu pengerjaan proyek ini dijadwalkan selesai pada 20 Oktober 2013 mendatang.

Seperti diketahui, karena kondisi jalan yang rusak, berlubang dan berdebu membuat warga gerah. Selain masyarakat sekitar melakukan penyiraman jalan dengan menggunakan diesel, puncaknya warga menanami jalan dengan pohon pisang ditengah-tengah jalan dan mengibarkan merah putih diatas pohon tersebut.

Penanaman pohon itu dilakukan mulai dari sebelah barat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (SPBU) Cepu tepatnya setelah trafich light, depan Bravo Cepu, hingga sepanjang 500 meter arah Cepu-Randublatung yang menuju Purwodadi. Meski ditanami pisang, kondisi jalan masih bisa dilewati karena penanaman dilakukan ditengah-tengah jalan. (rs-infoBlora | kontributor : ali musthofa - suarabanyuurip)
Share this article :

7 komentar:

Unknown mengatakan...

Tidak hanya tambak romo saja, Tapi semua akses jalan di blora berbahaya. Malu jadi orang blora yang katanya kaya minyak.

Muhsan Syaif mengatakan...

AMPAS

Unknown mengatakan...

tak titeni loh,,,,jelas'se senin depan iku,,,jam piro,,,tgl piro,,,bulan piro,,,,tahun piro,,,????jo janji doank,,,

Anonim mengatakan...

Bagaimana blora bisa maju perekonomiannya,kalau jalanya saja masih pada rusak

Unknown mengatakan...

sy salah satu yang paling depan agar kab.blora menjadi negara sendiri, bukannya saya gak cinta NKRI, tapi NKRI-lah yg gak cinta ma daerah kita, kmaren pulang lebaran sy miris sekali melihat infrastruktur jalan terutama yang katanya kita kaya minyak dan hasil hutan dll, keadaan-nya seperti daerah terpencil di pulau lain, mana hasilnya?

rumah endah surabaya mengatakan...

betul, sepeda motorku wingi temangsang ning jalan blora - banjarejo, dalane welek poolll

Halim mengatakan...

Jalan Randublatung-Blora lebih parah lagi, katanya anggaran sudah diketok DPRD tapi mana kenyataannya? Kayaknya ada semacam saling lempar tanggung jawab antara eksekutif dan legislatif.

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved