INFOBLORA.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora berharap kembali mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang jalan pada 2027. Harapan tersebut mengemuka setelah pemerintah pusat menyiapkan pagu nasional DAK jalan sebesar Rp2,3 triliun.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Blora, Danang Adiamintara, mengatakan informasi tersebut disampaikan pemerintah pusat dalam rapat koordinasi secara daring beberapa waktu lalu. Namun, hingga kini belum ditetapkan daerah penerima maupun besaran alokasi untuk masing-masing kabupaten.
“Yang sudah disampaikan baru pagu nasionalnya Rp2,3 triliun. Pembagian untuk daerah masih menunggu keputusan pemerintah pusat,” ujarnya.
Danang menyebut Blora sudah dua tahun tidak menerima DAK bidang jalan. Karena itu, pihaknya berharap Kabupaten Blora kembali mendapatkan dukungan anggaran tersebut pada tahun depan untuk mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur jalan.
DPUPR Blora telah mengusulkan lima ruas jalan untuk mendapatkan pembiayaan melalui skema DAK. Salah satu ruas yang menjadi prioritas adalah Balong–Kepoh di Kecamatan Jati.
“Balong-Kepoh menjadi salah satu ruas yang kami ajukan melalui skema DAK,” katanya.
Menurut Danang, apabila usulan tersebut disetujui, jenis konstruksi akan disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik tanah di masing-masing wilayah. Untuk kawasan Blora selatan yang memiliki kondisi tanah labil, pembangunan jalan akan lebih diprioritaskan menggunakan konstruksi rigid beton. Sementara wilayah dengan kondisi tanah yang lebih stabil dapat menggunakan konstruksi aspal.
Saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Blora berada di kisaran 69 persen. Pemkab Blora menargetkan kondisi jalan mantap terus meningkat hingga mencapai 80–90 persen pada akhir masa kepemimpinan Bupati Blora Arief Rohman dan Wakil Bupati Sri Setyorini.
Pemkab berharap dukungan DAK dari pemerintah pusat dapat memperkuat pembiayaan pembangunan infrastruktur sekaligus mempercepat peningkatan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Blora.


0 komentar:
Posting Komentar