Home » , , » DARURAT KEKERINGAN DAN KARHUTLA, 149 DESA TERDAMPAK DI BLORA, BPBD TERUS GENCARKAN DISTRIBUSI AIR BERSIH

DARURAT KEKERINGAN DAN KARHUTLA, 149 DESA TERDAMPAK DI BLORA, BPBD TERUS GENCARKAN DISTRIBUSI AIR BERSIH

radiogagakrimangfm.com on 30 Jul 2026 | 06.57


INFOBLORA.ID
- Pemerintah Kabupaten Blora melalui Pos Komando Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menetapkan status siaga darurat menyusul meningkatnya dampak musim kemarau tahun 2026. Berdasarkan update dashboard per 28 Juli 2026, sebanyak 149 desa/kelurahan dari total 295 wilayah tercatat terdampak kekeringan.


Upaya penanganan terus dilakukan secara intensif. Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Blora telah menyalurkan 32 tangki air bersih dengan total volume mencapai 160.000 liter kepada masyarakat yang membutuhkan. Langkah ini menjadi bagian dari respons cepat pemerintah daerah dalam memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi di tengah kondisi krisis air bersih.


Selain kekeringan, ancaman kebakaran juga meningkat signifikan. Tercatat terjadi 19 kejadian kebakaran lahan/hutan/rumpun bambu, 5 kejadian kebakaran rumah, serta 1 kejadian kebakaran pasar. Total luas lahan terbakar mencapai 9,338 hektare, dengan 19 bangunan terdampak dan estimasi kerugian mencapai ± Rp1,065 miliar.


Kondisi ini sejalan dengan laporan nasional bahwa wilayah Blora memang menjadi salah satu daerah rawan karhutla saat musim kemarau, di mana kejadian kebakaran lahan dapat cepat meluas akibat cuaca kering dan angin kencang 


Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blora, Widodo, menegaskan bahwa pihaknya terus meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi situasi ini.


“Kami terus melakukan langkah-langkah penanganan, baik distribusi air bersih maupun penanganan kebakaran. Sinergi dengan TNI, Polri, relawan, dan masyarakat sangat penting agar dampak kekeringan dan karhutla ini bisa ditekan semaksimal mungkin,” ujar Widodo.


Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, khususnya tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran lebih besar.


Sementara itu, peta sebaran menunjukkan wilayah terdampak kekeringan dan titik kebakaran tersebar di sejumlah kecamatan, dengan konsentrasi cukup tinggi di wilayah selatan dan tengah Kabupaten Blora.


BPBD bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan harian, termasuk peningkatan distribusi air bersih serta patroli pencegahan kebakaran. Pemerintah daerah juga membuka posko aduan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan air maupun melaporkan kejadian kebakaran.


Dengan kondisi cuaca yang masih kering dan potensi kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga beberapa waktu ke depan, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menjaga lingkungan demi meminimalisir risiko bencana yang lebih luas.

Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved