Home » , , » ANCAMAN KEKERINGAN MENGINTAI BLORA, BPBD SIAGAKAN LIMA TRUK TANGKI AIR BERSIH

ANCAMAN KEKERINGAN MENGINTAI BLORA, BPBD SIAGAKAN LIMA TRUK TANGKI AIR BERSIH

radiogagakrimangfm.com on 7 Jul 2026 | 09.09


INFOBLORA.ID
- Ancaman kekeringan mulai membayangi Kabupaten Blora seiring prediksi musim kemarau yang berlangsung lebih panjang pada 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora pun menyiapkan lima armada truk tangki air bersih untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat di 149 desa dan kelurahan yang berpotensi terdampak.

Jumlah wilayah rawan kekeringan tahun ini meningkat dibandingkan 2024 yang tercatat sebanyak 139 desa dan kelurahan. Dari total 295 desa dan kelurahan di Kabupaten Blora, hampir seluruh kecamatan masuk kategori rawan kekeringan. Hanya Kecamatan Kradenan yang hingga kini belum masuk dalam daftar wilayah berpotensi terdampak.

Kepala BPBD Blora Widodo mengatakan, fenomena kekeringan hampir selalu terjadi setiap tahun, kecuali pada 2025. Dengan prediksi musim kemarau yang lebih panjang, potensi krisis air bersih diperkirakan akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang.

"Sebetulnya masalah kekeringan hampir setiap tahun terjadi, kecuali pada 2025. Tahun 2026 ini diperkirakan akan terjadi musim kemarau yang panjang. Sebentar lagi kita akan menghadapi musim kering dalam beberapa bulan ke depan," ujar Widodo.

Meski sejumlah wilayah mulai menunjukkan tanda-tanda kekeringan, BPBD belum menetapkan status darurat bencana. Pasalnya, kebutuhan air bersih masyarakat masih dinilai dapat dipenuhi secara mandiri.

"Sekarang ciri-cirinya sudah mengarah ke kekeringan, tetapi belum ditetapkan status darurat karena masyarakat masih bisa mencukupi kebutuhan air," jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD terus melakukan pembaruan data berdasarkan laporan dari pemerintah desa dan kecamatan. Pendataan tersebut akan menjadi acuan dalam penyaluran bantuan air bersih apabila warga mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan.

BPBD telah menyiapkan lima armada truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter yang siap diterjunkan kapan saja jika permintaan bantuan meningkat. Selain itu, BPBD juga membuka peluang bekerja sama dengan pihak ketiga untuk memperkuat distribusi air bersih.

"Kami sudah siap dengan lima armada truk tangki. Jika kebutuhan air semakin meningkat, kami juga akan bekerja sama dengan pihak ketiga," kata Widodo.

Tak hanya mengandalkan armada BPBD, penyaluran bantuan air bersih nantinya juga akan melibatkan relawan, komunitas, hingga perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat distribusi bantuan sehingga kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak dapat terpenuhi secara merata.

Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved