INFOBLORA.ID - Kenaikan harga plastik di pasaran membawa berkah tersendiri bagi para perajin anyaman bambu dan besek di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, permintaan besek tradisional untuk wadah daging kurban melonjak tajam.
Lonjakan permintaan tersebut bahkan membuat sejumlah perajin kewalahan memenuhi pesanan dari berbagai daerah.
Salah satu perajin yang merasakan berkah tersebut adalah Dian Agus Yulianto, pemilik usaha “Berkah Anyaman Bambu” di Desa Kedungsatrian, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora.
Dian mengaku peningkatan pesanan sudah terasa sejak satu bulan sebelum Iduladha.
“Konsumen bahkan sudah memesan besek sejak sebulan lalu karena mereka khawatir tidak kebagian atau pesanan tidak sempat dibuatkan,” ujar Dian di Blora, Minggu (24/5/2026).
Akibat tingginya permintaan, Dian bersama istri dan puluhan tetangganya harus bekerja ekstra keras di rumah produksinya untuk menyelesaikan pesanan.
Beruntung, bahan baku berupa bambu apus masih sangat melimpah dan mudah didapatkan di desa tempat tinggalnya maupun wilayah sekitar.
Tak hanya diminati masyarakat lokal, produk besek ramah lingkungan buatan Dian juga rutin dikirim ke luar daerah, termasuk Jakarta, untuk kebutuhan distribusi daging kurban.
Selain memproduksi besek, rumah produksi “Berkah Anyaman Bambu” juga membuat berbagai kerajinan tangan lainnya, seperti hantaran, tempat parsel, hiasan lampu, hingga penutup makanan.
Untuk harga, besek bambu dijual dengan harga yang cukup terjangkau dan bervariasi sesuai ukuran.
“Ukuran kecil Rp3.000 per biji, sedangkan ukuran besar Rp5.000 per biji,” jelasnya.
Dian berharap momentum mahalnya harga plastik saat ini dapat menjadi titik balik bagi masyarakat untuk mulai beralih menggunakan wadah yang lebih ramah lingkungan.
Menurutnya, penggunaan besek bambu maupun bungkus alternatif seperti daun jati jauh lebih baik untuk menjaga kelestarian alam, khususnya saat pembagian daging kurban.
“Semoga masyarakat semakin sadar pentingnya menggunakan wadah yang ramah lingkungan agar sampah plastik bisa berkurang,” pungkasnya.


0 komentar:
Posting Komentar