Home » , , » DINRUMKIMHUB BLORA MINTA AKTIVITAS STOCKPILE TEBU DI KUNDURAN-TODANAN PERHATIKAN KESELAMATAN LALU LINTAS

DINRUMKIMHUB BLORA MINTA AKTIVITAS STOCKPILE TEBU DI KUNDURAN-TODANAN PERHATIKAN KESELAMATAN LALU LINTAS

radiogagakrimangfm.com on 13 Mei 2026 | 14.06


INFOBLORA.ID
- Dinas Perumahan, Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Kabupaten Blora meminta aktivitas stockpile bongkar muat tebu di area Jalan Kunduran–Todanan lebih memperhatikan keselamatan dan ketertiban lalu lintas.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul adanya aduan masyarakat terkait banyaknya truk pengangkut tebu yang parkir di badan jalan sehingga dinilai mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan.

Kepala Seksi (Kasi) Lalu Lintas Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan Dinrumkimhub Kabupaten Blora, Sutiyono, mengatakan pihaknya telah melakukan klarifikasi dan pengecekan langsung di lokasi stockpile tebu di Desa Tinapan.

“Setelah kami cek di lapangan memang banyak angkutan yang parkir di badan jalan. Jadi perlu rekayasa lalu lintas, penjaga lalu lintas, dan pengaturan lalu lintas,” ujar Sutiyono, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, aktivitas bongkar muat tebu tersebut memerlukan pengaturan khusus demi menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas bagi pengguna jalan.

Selain itu, kendaraan angkutan tebu juga diminta memenuhi dokumen kendaraan serta standar keselamatan jalan yang berlaku.

Dinrumkimhub juga menyoroti minimnya penerangan jalan di sekitar lokasi stockpile, padahal aktivitas bongkar muat berlangsung hingga malam hari.

Karena itu, pihaknya meminta pengusaha tebu menyediakan lampu penerangan jalan dan menghindari aktivitas bongkar muat pada jam-jam sibuk.

“Kami sudah sampaikan kepada pihak pengusaha stockpile di Tinapan agar menyediakan penerangan jalan. Proses bongkar muat juga sebaiknya menghindari jam sibuk seperti pukul 07.00 WIB dan 13.00 WIB karena banyak anak sekolah melintas,” jelasnya.

Sutiyono juga meminta pihak pengusaha segera mengajukan surat permohonan terkait standar teknis lalu lintas kepada Dinrumkimhub Blora.

Selanjutnya, pembahasan lebih lanjut akan dilakukan bersama sejumlah pihak terkait, mulai dari Satlantas, Polsek Todanan, Koramil Todanan, Polsek Kunduran, pemerintah desa, Karang Taruna, tokoh masyarakat hingga pihak pengusaha tebu.

Menurutnya, lokasi tersebut digunakan sebagai tempat bongkar muat hasil panen tebu petani dari wilayah Todanan sebelum dikirim ke pabrik gula di Madiun.

Meski demikian, Dinrumkimhub mendukung penuh kegiatan stockpile tersebut karena dinilai mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan membantu petani memasarkan hasil panen ke luar daerah.

“Kegiatan stockpile bongkar muat tebu ini sangat kami dukung karena bisa meningkatkan dan mendorong perekonomian masyarakat di Kabupaten Blora,” katanya.

Namun demikian, Dinrumkimhub memberikan sejumlah catatan kepada pihak pengusaha agar aktivitas operasional tidak mengganggu pengguna jalan.

Beberapa di antaranya yakni menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas, menyiapkan rambu-rambu keselamatan jalan, menyediakan petugas penjaga keluar masuk kendaraan, memasang penerangan jalan, hingga memastikan kendaraan pengangkut tebu tidak berjalan secara berkonvoi.

Selain itu, seluruh muatan tebu juga diminta ditutup menggunakan terpal demi menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan berkeselamatan.

Untuk sementara waktu, aktivitas stockpile masih diperbolehkan beroperasi sambil menunggu pembahasan resmi bersama instansi terkait.

Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved