INFOBLORA.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora menggelar inspeksi mendadak (sidak) pangan di Pasar Sidomakmur Blora untuk memastikan keamanan bahan makanan yang dijual kepada masyarakat. Dalam sidak tersebut, petugas menemukan salah satu sampel makanan yang mengandung formalin.
Plt Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (PSDK) Dinkes Blora, Diah Pusparini, menjelaskan bahwa sidak dilakukan bersama tim gabungan dengan mengambil sejumlah sampel makanan dari para pedagang di pasar.
“Saat ini kita mengambil sebelas sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan,” jelasnya.
Setelah pengambilan sampel, petugas langsung melakukan pengecekan laboratorium. Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan satu produk yang mengandung bahan berbahaya.
“Hanya cumi kering yang mengandung formalin. Kemudian untuk krupuk gendar dari pantauan sinar UV hasilnya positif, namun kadarnya hanya 0,5 dan setelah diuji hasilnya negatif,” ujarnya.
Formalin sendiri merupakan bahan kimia yang dilarang digunakan sebagai pengawet makanan karena dapat membahayakan kesehatan manusia.
Diah menambahkan, pihaknya telah mencatat identitas pedagang maupun distributor yang menjual produk tersebut. Selanjutnya, penanganan dan sanksi akan dikoordinasikan dengan aparat penegak hukum.
“Nama pedagang dan distributornya sudah kami catat, untuk sanksinya kami serahkan ke Polres,” imbuhnya.
Dinkes Blora juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih bahan makanan serta menghindari produk yang diduga mengandung formalin.
“Memang satu dua hari mungkin tidak terasa dampaknya, namun jika dikonsumsi dalam jangka panjang sangat berbahaya bagi kesehatan dan bisa memicu penyakit serius seperti kanker,” pungkasnya.


0 komentar:
Posting Komentar