![]() |
| Pelawak Kirun (dua dari kanan) berdialog dengan Bupati Blora (satu dari kanan) dan Dandim 0721 Blora (dua dari kiri) dengan guyonan pantun "parikan" jawa, Jumat malam. |
BLORA. Kemeriahan peringatan
Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke 69 tahun 2014 di
Kabupaten Blora tidak hanya dinikmati oleh kalangan militer saja. Jumat malam
(10/10) kemarin, kesatuan Komando Distrik Militer (Kodim) 0721 Blora menggelar
hiburan rakyat berupa pentas kethoprak di depan Markas Kodim (Makodim)
setempat.
Pertunjukan kesenian kethoprak merupakan wujud dukungan pelestarian
budaya lokal. Dimana kethoprak merupakan salah satu kesenian rakyat Blora. Sehingga
diharapkan TNI juga lebih dekat dengan rakyat dan dicintai rakyat.
Dengan menampilkan paguyuban kethoprak Wahyu Ngesti Utomo dari Dukuh Karangtawang,
Desa Tawangrejo, Kecamatan Tunjungan, yang menampilkan lakon “Damarwulan Ngarit”,
kesatuan Kodim 0721 Blora ingin memberikan hiburan gratis untuk masyarakat
Blora. Apalagi dalam pementasan kali ini dihadiri pelawak kondang H Sakirun
alias Kirun dan kawan-kawan dari Madiun.
Sebelum pentas kethoprak dimulai, diawali terlebih dahulu dengan
beberapa sambutan dan penyerahan hadiah serta penghargaan kepada para pemenang
lomba yang digelar dalam rangka HUT TNI 69 sekaligus HUT Kodam IV Diponegoro ke
64. Diantaranya lomba tenis lapangan antar instansi dan penghargaan kepada
peserta Sinden Idol Jateng-DIY wakil Blora, sinden Iswahyuti yang berhasil
meraih juara 2 kategori dewasa dan Wulandari juara 4 kategori pemula (sinden
remaja).
Bupati Djoko Nugroho yang hadir dalam acara tersebut, mengungkapkan
bahwa inilah bukti pelestarian budaya di Kabupaten Blora. Meski Blora bukan
merupakan pusat budaya Jawa, namun mampu bersaing dengan wilayah Solo Raya yang
kental dengan budaya Jawa.
“Wakil Blora mbak Iswahyuti dan mbak Wulandari ini bukti bahwa Blora
bisa mengalahkan Solo, Klaten, Sukoharjo, dan sekitarnya. Kita patut bangga ada
warga Blora yang mampu berprestasi di tingkat Jateng-DIY, khususnya
sinden-sinden kita,” ungkap Bupati, sembari menyerahkan piagam penghargaan,
didampingi Dandim 0721 Blora Letkol Infanteri Ariful Mutaqin dan Wakil Ketua
DPRD Blora HM Kusnanto.
![]() |
| Pentas kethoprak Wahyu Ngesti Utomo dalam rangka HUT TNI ke 69 |
Usai penyerahan hadiah, pentas kethoprak dimulai. Dibuka dengan
penampilan Tari Topeng Blora “Nggaenah” serta Tari Gambyong Parianom dan
dilanjutkan naik panggungnya Kirun CS untuk menghibur ribuan warga Blora yang
malam ini memenuhi Jalan Pemuda di depan Makodim Blora.
Mengawali tampilannya, Kirun CS terlebih dahulu mengucapkan selamat HUT
TNI ke 69 kepada seluruh jajaran TNI yang pada kesempatan itu hadir di depan
panggung. Dengan diselingi guyonan dan banyolan, Kirun CS pun berdialog dengan
kawannya bermain pantun “parikan” jawa.
Untuk lebih memeriahkan tampilannya, Kirun CS pun meminta Bupati Djoko
Nugroho dan Dandim Letkol Inf Ariful Mutakin untuk naik panggung bersamanya.
Mereka bermain parikan dengan banyolan sehingga berhasil membuat penonton
tertawa lepas dengan ide-ide fresh yang di sangkut pautkan dengan situasi TNI
dan Blora terkini.
Selama kurang lebih dua jam mulai 22.00 WIB hingga 24.00 WIB, Kirun CS
berhasil membuat warga Blora tertawa tanpa henti. Hingga kemudian mereka turun
panggung dan dilanjutkan dengan pentas kethoprak Wahyu Ngesti Utomo hingga
menjelang pagi, Sabtu dini hari.
Hingga pertunjukan selesai, warga Blora tetap setia menyaksikan pentas
seni rakyat ini di depan Makodim Blora. Acara juga dihadiri jajaran Forum Komunikasi
Pimpinan Daerah (Forkominda) Kabupaten Blora, seperti Kapolres yang diwakili
Wakapolres, Kepala Kejaksaan Negeri, Sekda Blora, dan bebera kepala SKPD dan
para kepala koramil se Kabupaten Blora. (rs-infoblora)



0 komentar:
Posting Komentar