Home » , , » Sering Overload, Ruang Rawat Inap RSUD dr.R.Soetijono Blora Perlu Ditingkatkan

Sering Overload, Ruang Rawat Inap RSUD dr.R.Soetijono Blora Perlu Ditingkatkan

infoblora.id on 10 Okt 2014 | 03.30

Daya tampung ruang rawat inap di RSUD dr.R.Soetijono Blora sering overload sehingga pasien terpaksa dirawat di lorong-lorong rumah sakit.
BLORA. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr.R Soetijono Blora dinilai sudah perlu dilakukan peremajaan dan perluasan ruangan pasien. Sebab beberapa ruangan diketahui sudah tidak mampu lagi menampung pasien rawat inap. Salah satu contohnya adalah ruang Wijaya Kusuma yang harus menampung lebih dari 30 pasien, sedangkan normalnya hanya 24 pasien.

Akibatnya, kini pasien ruangan rawat inap untuk yang habis operasi terpaksa ditempatkan di luar ruangan dan di lorong-lorong rumah sakit setempat. Kondisi over kapasitas sudah mulai terjadi sejak Agustus atau sesudah bulan puasa lalu.

Namun pihak RSUD setempat selalu minta persetujuan keluarga pasien, apakah berkenan dirawat di luar ruangan, atau memilih mencari rumah sakit lain. "Pada intinya kami tidak mungkin menolak pasien, karena semua demi pelayanan masyarakat,” ujar Direktur RSUD Blora melalui Kepala Perawat, Karyono.

Menurut Karyono, semua pasien yang berada di luar dimintai persetujuan dari pasien dan keluarga. Mereka menginginkan untuk ditempatkan di ruangan, namun mengingat kondisi telah penuh, maka pihak RSUD tidak bisa berbuat banyak.

Kondisi tersebut tentu membuat tenaga medis RSUD kesulitan saat melakukan cek rutin kondisi pasien setiap hari. Kondisi lorong yang sempit membuat perawat kesulitan bergerak. “Bagi keluarga yang menunggui biasanya kami persilahkan untuk keluar terlebih dahulu dengan kesadaran mengingat keadaan lorong yang sempit,” tambahnya.

Karena itu, pihak rumah sakit berencana akan merevitalisasi Ruangan Wijaya Kusuma, mengingat kondisi yang sekarang sudah tidak layak lagi. "Ke depannya akan dipindah atau diperbesar. Melihat tren peningkatan pasien sudah terjadi sejak tahun 2012 lalu," paparnya.

Sementara itu, salah seorang keluarga pasien yang ditempatkan di luar kamar, Susilah warga Desa Ngampel Kecamatan Blora mengatakan, sudah dua hari adiknya di rawat karena mengalami kecelakaan kerja.

"Adik saya terpaksa dirawat di lorong karena tempatnya sudah penuh. Sebelumnya memang ada persetujuan kalau mau tidaknya ditempatkan di luar. Kalau saya yang penting mendapat perawatan,” ujarnya pasrah. (Patiekspres | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved