![]() |
| Sumur minyak angguk di wilayah Desa Semanggi Kecamatan Jepon yang akan dioptimalkan KSO Geo Cepu , sumur tersebut sampai saat ini masih beroperasi. (rs-infoblora) |
Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Blora, H Setyo Eduy, menuturkan, selama ini produksi minyak di wilayah Blora masih didominasi sumur-sumur di lapangan yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Sumur-sumur minyak tersebut sebagian besar berada di Kecamatan Sambong, Jiken, dan Jepon.
Selain itu juga ada pengusahaan sumur tua di wilayah Kecamatan Bogorejo dan Kedungtuban, serta kecamatan lainnya seperti Kecamatan Banjarejo dan Ngawen.
Sedangkan sumur-sumur gas antara lain berada di wilayah Kecamatan Kradenan, Kedungtuban dan Randublatung. Sumur gas yang berada di kawasan Blok Gundih tersebut memasok kebutuhan bahan bakar pembangkit listrik di Tambaklorok Semarang.
"Dengan hadirnya lima KSO baru berarti eksplorasi migas di Blora nantinya bisa merata di seluruh kecamatan," ujar Setyo Edy kemarin.
Dia menambahkan, lima KSO baru yang ada di Blora tersebut diantaranya KSO Pertamina EP - Foster Trembes Petrolium, KSO Geo Cepu, KSO Banyubang, KSO Alas Dara Kemuning (ADK) serta KSO Blok Blora.
Wilayah kerja KSO Pertamina EP - Foster Trembes Petrolium antara lain berada di wilayah Blora barat seperti Kecamatan Kunduran dan Jati. Selain di Blora, wilayah KSO ini juga ada di wilayah Kabupaten Grobogan perbatasan dengan Blora.
"Adapun KSO Geo Cepu melaksanakan kegiatan optimalisasi di lapangan migas Ledok Kecamatan Sambong, Nglobo Kecamatan Jiken dan Semanggi Kecamatan Jepon. Sedangkan KSO Banyubang berada di Kecamatan Jiken dan Bogorejo. KSO Banyubang dikelola PT.Blora Patra Energi (BUMD milik Pemkab Blora," jelasnya.
Sementara itu, untuk KSO Alas Dara Kemuning (ADK) wilayah kerjanya ada di Kecamatan Jiken yang dikelola Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC). Sedangkan satu KSO lainnya adalah KSO Blok Blora yang dikelola PT.Sele Raya Energi yang wilayah kerja pertambangannya (WKP) meliputi Kabupaten Blora dan sebagian Kabupaten Bojonegoro. Di wilayah Blora, WKP Blok Blora ada di Kecamatan Kradenan, Randublatung dan Kedungtuban.
Karena masih baru, perusahaan tersebut belum sampai tahap kegiatan produksi migas di Blora. Rata-rata dari KSO tersebut baru pada tahap survey kandungan migas. "Kami berharap lima KSO baru tersebut bisa mendapatkan sumber minyak dalam jumlah besar di Kabupaten Blora," ungkapnya.
Kegiatan eksplorasi migas di Kabupaten Blora selama ini sebagian besar ada di wilayah timur dan selatan. Wilayah Blora barat dan utara juga sudah beberapa dieksplorasi. Terakhir eksplorasi yang dilakukan Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting di Kecamatan Tunjungan. Sebelumnya PHE Randugunting juga melakukan eksplorasi di Kecamatan Japah dan Todanan, hanya saja ketiga kegiatan eksplorasi tersebut belum menghasilkan minyak.
Menurut rencana, PHE Randugunting akan kembali melakukan eksplorasi di wilayah Blok Randugunting. Berdasarkan penuturan Bupati Djoko Nugroho beberapa waktu lalu, eksplorasi akan dilakukan di Blora utara tepatnya di Plantungan Kecamatan Blora Kota. (rs-infoblora | abdul muiz)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Kritik dan Saran serta masukan sangat berharga demi akuratnya informasi dalam portal infoblora.id ini.