BLORA. Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Blora,
kekurangan darah golongan O sejak beberapa pekan terakhir. Minimnya
pendonor darah berdampak pada kelangkaan persediaan darah, terutama
darah golongan O. Sedangkan permintaan terus mengalami peningkatan.
”Sejak awal November, stok darah golongan O kurang. Sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat . Seperti yang terjadi pada Rabu (6/11) lalu, persediaan darah O hanya 4 kantung, sementara permintaan mencapai 8 kantung darah,” kata Tenaga Teknis di UDD PMI Kabupaten Blora, Karisa Oktavriliani, kemarin.
Menurut dia, sebagian besar permintaan darah berasal dari rumah sakit yang ada di Blora. Antara lain RSUD Blora, RSU Permata, RST, PKU Muhammadiyah, dan Rumah Bersalin Annisa.
Ia mengatakan, untuk mengantisipasi kurangnya persediaan darah, pihaknya gencar melakukan berbagai kegiatan donor massal ke lembaga pendidikan, instansi pemerintah, swasta, serta kegiatan bhakti sosial lainnya.
”Jika dari kegiatan tersebut tidak mendapatkan golongan darah yang dibutuhkan, maka terpaksa meminta kepada keluarga pasien untuk mencarikan pendonor,” ujarnya.
Meskipun mengalami kekurangan, lanjut dia, hingga saat ini PMI Blora belum mengajukan permintaan darah ke kabupaten lain. ”Sementara ini, kekurangan masih bisa kami atasi. Jika stok kami kosong, ada saudara atau kerabat pasien yang memiliki golongan darah yang dibutuhkan,” katanya.
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kegiatan sosial, khususnya donor darah. Sehingga stok darah di PMI Blora dapat tercukupi, terutama jenis darah O yang semakin hari kian berkurang. (rs-infoblora | kontribusi : Kholidin - murianews.com)
”Sejak awal November, stok darah golongan O kurang. Sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat . Seperti yang terjadi pada Rabu (6/11) lalu, persediaan darah O hanya 4 kantung, sementara permintaan mencapai 8 kantung darah,” kata Tenaga Teknis di UDD PMI Kabupaten Blora, Karisa Oktavriliani, kemarin.
Menurut dia, sebagian besar permintaan darah berasal dari rumah sakit yang ada di Blora. Antara lain RSUD Blora, RSU Permata, RST, PKU Muhammadiyah, dan Rumah Bersalin Annisa.
Ia mengatakan, untuk mengantisipasi kurangnya persediaan darah, pihaknya gencar melakukan berbagai kegiatan donor massal ke lembaga pendidikan, instansi pemerintah, swasta, serta kegiatan bhakti sosial lainnya.
”Jika dari kegiatan tersebut tidak mendapatkan golongan darah yang dibutuhkan, maka terpaksa meminta kepada keluarga pasien untuk mencarikan pendonor,” ujarnya.
Meskipun mengalami kekurangan, lanjut dia, hingga saat ini PMI Blora belum mengajukan permintaan darah ke kabupaten lain. ”Sementara ini, kekurangan masih bisa kami atasi. Jika stok kami kosong, ada saudara atau kerabat pasien yang memiliki golongan darah yang dibutuhkan,” katanya.
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kegiatan sosial, khususnya donor darah. Sehingga stok darah di PMI Blora dapat tercukupi, terutama jenis darah O yang semakin hari kian berkurang. (rs-infoblora | kontribusi : Kholidin - murianews.com)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Kritik dan Saran serta masukan sangat berharga demi akuratnya informasi dalam portal infoblora.id ini.