![]() |
| Abdullah Aminudin, Wakil Ketua DPRD Blora |
Hanya saja, tinjauan lapangan yang dilakukan bersama sejumlah pagawai Dinas Pekerjaan Umum (DPU) tersebut dibagi per daerah pemilihan (dapil). Aroma politik pun menyeruak lantaran tahun depan akan digelar pemilihan umum (Pemilu) legislatif.
Sebelum berangkat mengecek lokasi jalan yang akan dibangun, mereka dibekali dengan dokumen Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2014 serta dokumen lain yang mendukung.
Dalam dokumen KUA PPAS tersebut tercantum nama lokasi rencana pembangunan dan plafon anggarannya. Mereka berangkat didampingi pegawai DPU sesuai dapil para anggota dewan.
Di Kabupaten Blora ada 5 dapil di Pemilu 2014 nanti. Yakni dapil I (meliputi Kecamatan Kota Blora, Jiken, Jepon dan Bogorejo), dapil II (Sambong, Cepu, Kedungtuban), dapil III (Kradenan, Randublatung, Jati), dapil IV (Kunduran, Todanan, Japah) dan dapil V (Ngawen, Banjarejo, Tunjungan).
"Kami ingin melihat langsung lokasinya. Dari situ nanti bisa diketahui apakah jalan tersebut memang mendesak untuk diperbaiki atau tidak. Kalaupun perlu diperbaiki, anggaran yang layak berapa, itu disesuaikan sesuai kondisi jalan yang akan diperbaiki," ujar Wakil Ketua DPRD Blora, H Abdullah Aminudin, kemarin.
Menurutnya pengecekan langsung ke lapangan tersebut bertujuan agar pembangunan infrastruktur jalan tahun depan benar-benar tepat sasaran. Selain itu pihaknya juga ingin nominal alokasi anggaran sesuai dengan kondisi terkini ruas jalan yang akan diperbaiki. "Jangan sampai kerusakan jalannya sedikit tapi alokasi anggarannya besar. Alokasi anggaran harus seefisien mungkin karena masih banyak ruas jalan maupun bidang lainnya yang perlu diperbaiki," tegasnya.
Dia juga mengungkapkan, alokasi anggaran pembangunan atau perbaikan jalan tahun depan cukup besar yakni mencapai Rp 174 miliar. Jumlah tersebut mengalami penambahan dibanding yang tertera di dalam KUA PPAS APBD 2014 yang tertera Rp 160 miliar. Dari informasi yang diperolehnya, bertambahnya besaran anggaran tersebut terjadi karena ada penambahan ruas jalan yang akan dibangun. "Makanya kami cek langsung, apakah memang seperti itu kenyataannya di lapangan," katanya.
Dia menghendaki infratsruktur jalan yang akan diperbaiki tahun depan lebih menitikberatkan pada ruas jalan yang menjadi penghubung antar desa maupun antar kelurahan dan antar kecamatan. Adapun pembangunan bidang lain di desa seperti pembangunan dam irigasi, talud dan lain sebagainya bisa menggunakan anggaran lain, seperti Alokasi Dana Desa (ADD). (rs-infoblora | Abdul Muiz)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Kritik dan Saran serta masukan sangat berharga demi akuratnya informasi dalam portal infoblora.id ini.