Home » , , » HUJAN DERAS JADI BIANG KEROK! ESDM BONGKAR PENYEBAB TANAH AMBLES DI BLORA, BUKAN GEMPA ATAU PENGEBORAN

HUJAN DERAS JADI BIANG KEROK! ESDM BONGKAR PENYEBAB TANAH AMBLES DI BLORA, BUKAN GEMPA ATAU PENGEBORAN

radiogagakrimangfm.com on 12 Jan 2026 | 07.14


INFOBLORA.ID
- Fenomena tanah ambles yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Blora dipastikan bukan disebabkan oleh pertemuan lempeng bumi maupun aktivitas pengeboran minyak. Cabang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah Kendeng Selatan menegaskan, tingginya intensitas curah hujan menjadi pemicu utama terjadinya pergerakan tanah tersebut.

Plt Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Kendeng Selatan, Hadi Susanto, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi memengaruhi aliran sungai dan kondisi tanah di sekitarnya hingga mengalami penurunan.

Terkait amblesan atau gerakan tanah, dipicu karena peningkatan intensitas curah hujan yang tinggi,” ujar Hadi.

Ia menegaskan, secara geologi Kabupaten Blora tidak berada pada zona pertemuan lempeng sebagaimana daerah rawan gempa yang kerap dikhawatirkan masyarakat.

“Untuk di Blora tidak ada pertemuan lempeng. Kebanyakan amblesan terjadi akibat zona tanah jenuh air yang dipicu oleh hujan dan aliran sungai,” terangnya.

Hadi juga menyebutkan bahwa kontur tanah di Kabupaten Blora cukup beragam. Meski demikian, pada titik-titik lokasi yang dilaporkan mengalami tanah ambles, tidak ditemukan catatan adanya aliran sungai bawah tanah.

“Untuk aliran sungai bawah tanah, tidak ada. Kecuali di kawasan tertentu seperti KBAK (Kawasan Bentang Alam Karst), itu pun harus melalui penelitian yang lebih detail dan komprehensif,” jelasnya.

Menanggapi isu yang mengaitkan fenomena tanah ambles dengan aktivitas pengeboran minyak, Hadi menegaskan hal tersebut tidak berdampak signifikan terhadap penurunan tanah di Blora.

“Pengeboran tidak banyak berdampak. Yang bisa berpengaruh adalah apabila terjadi eksploitasi air tanah atau minyak secara berlebihan. Itu pun harus melalui kajian mendalam,” tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan catatan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Blora, fenomena tanah gerak tercatat terjadi di dua kecamatan, yakni Kecamatan Tunjungan dan Kecamatan Banjarejo.

Di Kecamatan Tunjungan, pergerakan tanah terjadi di Dukuh Ngetrep, Desa Tutup, dengan penurunan tanah mencapai 15 hingga 30 sentimeter dan panjang rekahan sekitar 100 meter.

Sedangkan di Kecamatan Banjarejo, peristiwa serupa terjadi di Dukuh Sambiroto, Desa Buluroto. Di lokasi ini, penurunan tanah dilaporkan mencapai sekitar 50 sentimeter dengan panjang rekahan kurang lebih 200 meter.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan serta kajian lanjutan guna memastikan keselamatan warga dan meminimalkan dampak lanjutan dari fenomena tanah ambles tersebut.

Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved