Home » , , , » DPUPR BLORA DAN BBWS PEMALI JUANA TANGANI TANAH AMBLES DAN LONGSOR DI DUKUH NGETREP TUNJUNGAN

DPUPR BLORA DAN BBWS PEMALI JUANA TANGANI TANAH AMBLES DAN LONGSOR DI DUKUH NGETREP TUNJUNGAN

radiogagakrimangfm.com on 15 Jan 2026 | 13.27


INFOBLORA.ID
- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana melakukan penanganan tanah ambles dan longsor di Dukuh Ngetrep, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Senin (12/1/2026).

Dalam penanganan tersebut, sejumlah alat berat ekskavator diterjunkan ke lokasi. Di sisi lain, warga setempat juga tampak bergotong royong membantu proses penanganan dengan melakukan pemotongan bambu yang digunakan sebagai penahan sementara.

Tanah ambles yang terjadi berdampak langsung pada akses jalan desa yang tidak dapat dilalui. Bahkan, apabila tidak segera ditangani, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengancam rumah warga yang berada di sekitar jalan terdampak.

Diketahui, jalan desa di lokasi tersebut mengalami penurunan tanah sekitar 1 meter hingga 1,5 meter. Lokasi tanah ambles juga berjarak sekitar 20 hingga 30 meter dari aliran Sungai Lusi.

Subkoordinator Pembangunan dan Rehabilitasi Sumber Daya Air DPUPR Blora, Wahyu Benyamin Arivin, mengatakan penanganan tanah ambles dan longsor ini mengandalkan kolaborasi lintas instansi.

“Ini merupakan kolaborasi antara DPUPR, BBWS Pemali Juana, BPBD, pemerintah desa, serta kecamatan untuk melakukan penanganan kedaruratan,” ujarnya.

Menurut Beny, penanganan darurat difokuskan agar jalan desa dapat kembali dilalui, meski dengan keterbatasan. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan BBWS Pemali Juana yang saat ini tengah melakukan pengukuran sebagai dasar perencanaan penanganan permanen maupun semi-permanen.

“Sekarang dari BBWS masih melakukan pengukuran untuk penanganan selanjutnya, baik permanen maupun semi-permanen,” jelasnya.

Lebih lanjut, Beny mengungkapkan bahwa penyebab utama tanah ambles di Dukuh Ngetrep diduga akibat pengelolaan drainase yang kurang optimal. Kebocoran drainase menyebabkan aliran air dari bagian atas meresap ke tanah di bawahnya sehingga tanah menjadi gembur dan tidak mampu menahan beban.

“Amblesnya terjadi secara bertahap. Permasalahannya karena kebocoran drainase yang selama ini kurang diperhatikan,” terangnya.

Untuk penanganan sementara, dua unit alat berat ekskavator dikerahkan, masing-masing dari DPUPR Blora dan BBWS Pemali Juana. Penanganan difokuskan pada perbaikan akses jalan agar dapat dilalui kendaraan roda dua dan kendaraan kecil seperti pikap.

“Untuk kendaraan besar sementara jangan dulu melintas karena getaran dan beban bisa memperparah kondisi jalan,” imbuh Beny.

Ia berharap ke depan ada dukungan anggaran untuk penanganan lanjutan secara permanen agar kejadian tanah ambles tidak kembali terulang di Dukuh Ngetrep.

Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved