![]() |
Kunjungan Bupati dan utusan Kementerian ESDM ke Lapter Ngloram tahun lalu terkait rencana reaktivasi lapangan terbang di Kecamatan Cepu ini. |
BLORA. Reaktivasi Lapangan Terbang (Lapter) Ngloram di Desa Ngloram,
Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora sebagai pendukung
aktifitas migas Blok Cepu, hingga saat ini belum jelas kepastiannya.
Namun sebagaian warga di sekitar lapangan tersebut berharap segera ada
pembebasan lahan untuk mengembangkan sarana transportasi udara tersebut.
Sebab,
sejak tahun 2013 lalu permasalahan lahan telah menjadi perbincangan
hangat di tengah warga, menyusul akan diaktifkan kemabali Lapter
Ngloram. Bahkan sempat beredar kabar jika standar harga yang akan
digunakan dalam pembebasan nanti sama dengan harga tanah untuk rel ganda
(double track) yang ditetapkan oleh PT. Kereta Api Indonesia (KAI),
yaitu paling tinggi Rp 1 juta/meter persegi.
Haryono, salah
seorang warga Ngloram yang lahannya berada di sekitar lapter
mengungkapkan, sebagian warga di sekitar Lapter Ngloram berharap pihak
terkait segera melakukan pembebasan lahan sesuai standart aturan.
“Kalau kami inginnya dibeli dengan harga setinggi-tingginya, tapi kepastiannya bagaimana belum ada yang tahu,” kata Haryono.
Menurut
dia, peninjauan ke lokasi lapter telah dilakukan oleh instansi terkait
pada tahun 2013 lalu. Hanya saja hingga saat ini belum ada kabar lebih
lanjut terkait hal tersebut.
Senada disampaikan oleh Sukirno.
Warga Desa Gadon yang memiliki lahan di sekitar lapter itu mengaku sudah
ada tim yang melakukan pengukuran. Namun hingga saat ini dirinya belum
pernah mendapatkan sosialisasi terkait pembebasan lahan.
“Belum ada sosialisasi. Untuk penentuan harga warga harus dilibatkan langsung,” tandas Sukirno.
Dikonfirmasi
terpisah, Camat Cepu, Mei Nariyono, menjelaskan, sesuai informasi yang
diperoleh rencana reaktivasi Lapter Ngloram tetap dilanjutkan. Namun ia
juga membenarkan jika sejauh ini belum ada langkah lebih lanjut
menyangkut rencana tersebut.
“Pengaktifan kembali lapter Ngloram
akan banyak memberikan dampak positif bagi masyarakat dan Pemkab. Tapi
tindaklanjutnya seperti apa kita semua berharap bisa segera
terealisasi,” sambung Mei.
Sesuai informasi, pengaktifan kembali
lapter Ngloram direncanakan memperpanjang landasan pacu dari 900 meter
menjadi 2.200 meter. Sehingga nantinya dibutuhkan lahan tambahan antara
20 hingga 60 hektar. Selain di wilayah Desa Ngloram, lahan tambahan yang
diperlukan tersebut sebagian juga masuk wilayah Desa Klagen, Kecamatan
Kedungtuban. (ams-suarabanyuurip | rs-infoblora)
0 komentar:
Posting Komentar