Home » , , » Tingkatkan Layanan Pelanggan, PDAM Blora Siapkan Instalasi Pengolahan Air di Tinapan Todanan

Tingkatkan Layanan Pelanggan, PDAM Blora Siapkan Instalasi Pengolahan Air di Tinapan Todanan

infoblora.id on 28 Sep 2014 | 14.00


Ilustrasi Instalasi Pengolahan Air PDAM
BLORA. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Blora harus bekerja ekstra keras, untuk menyelesaikan persoalan air baku yang diduga tercemar. Sebab, jika tidak segera mencari solusi yang dirugikan adalah warga sebagai pelanggan atau konsumen.

Selain berusaha keras untuk mencari solusi pemecahan persoalan tersebut, PDAM juga harus bersiap mengeluarkan biaya tambahan di luar biaya operasional yang telah ditentukan. Karena, perusahaan itu harus membersihkan pipa dan peralatan lainnya yang diduga telah tercemar. 

”Kami sedang berupaya, untuk memastikan pelanggan mendapat air bersih yang layak. Sebab, bukan hanya warga yang dirugikan, kami juga menanggung kerugian cukup besar dari pencemaran air baku di Waduk Bentolo itu,” kata Direktur Utama PDAM Blora Eko Budi Risetiawan, kemarin.

Kokok, panggilan akrab Eko Budi Risetiawan menambahkan, sejak ada laporan jika air PDAM berwarna dan bau, pihaknya sudah menguras bangunan penangkap air (broundcaptering) dan bak penampungan air (ground reservoir). Oleh karena itu, saat ini pihaknya sedang menyiapkan instalasi pengolahan air (IPA). Sehingga, air baku yang diambil dari Waduk Bentolo akan diolah dulu sebelum sampai ke pelanggan. 

”Saat ini, air yang didistribusikan ke pelanggan di wilayah Kecamatan Kunduran dan Ngawen bermasalah. Kami memberi kaporit dan disinfektan, serta terus berusaha bagaimana air yang kami produksi tetap memenuhi syarat,” jelasnya.

Kokok menjelaskan, untuk pembuatan IPA, akan dibangun di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan. Yakni, lokasinya tidak jauh dari pabrik gula yang diduga mencemari air di waduk tersebut. Hanya saja, untuk lokasi yang tepat masih dicari, agar sumber air yang nanti akan diolah layak didistribusikan ke pelanggan.

”Kami masih survei lokasi. Kami berharap, segera ada tindakan dari pemkab. Sehingga, ada kepastian mengenai air yang kami gunakan ini apakah tercemar atau tidak,” tegasnya.

Diketahui, warga di sekitar lokasi pabrik gula yang dikelola PT Gendhis Multi Manis (GMM) mengeluhkan adanya limbah yang diduga berasal dari pabrik itu. Sebab, air PDAM yang tersalur ke rumah-rumah mereka berwarna dan berbau. Akibat air berwarna dan berbau itu, warga tidak berani menggunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Misalnya untuk mencuci dan kebutuhan air minum atau memasak. 

Sementara itu Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Blora juga sedang menunggu hasil penelitian sampel air Waduk Bentolo yang sedang diteliti di laboratorium BLH Jawa Tengah, apakah benar tercemar atau tidak. (Aries-Murianews | rs-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved