![]() |
Ilustrasi Instalasi Pengolahan Air PDAM |
Selain berusaha keras untuk mencari solusi pemecahan persoalan
tersebut, PDAM juga harus bersiap mengeluarkan biaya tambahan di luar
biaya operasional yang telah ditentukan. Karena, perusahaan itu harus
membersihkan pipa dan peralatan lainnya yang diduga telah
tercemar.
”Kami sedang berupaya, untuk memastikan pelanggan mendapat air bersih
yang layak. Sebab, bukan hanya warga yang dirugikan, kami juga
menanggung kerugian cukup besar dari pencemaran air baku di Waduk
Bentolo itu,” kata Direktur Utama PDAM Blora Eko Budi Risetiawan,
kemarin.
Kokok, panggilan akrab Eko Budi Risetiawan menambahkan, sejak ada
laporan jika air PDAM berwarna dan bau, pihaknya sudah menguras bangunan
penangkap air (broundcaptering) dan bak penampungan air (ground
reservoir). Oleh karena itu, saat ini pihaknya sedang menyiapkan
instalasi pengolahan air (IPA). Sehingga, air baku yang diambil dari
Waduk Bentolo akan diolah dulu sebelum sampai ke pelanggan.
”Saat ini, air yang didistribusikan ke pelanggan di wilayah Kecamatan
Kunduran dan Ngawen bermasalah. Kami memberi kaporit dan disinfektan,
serta terus berusaha bagaimana air yang kami produksi tetap memenuhi
syarat,” jelasnya.
Kokok menjelaskan, untuk pembuatan IPA, akan dibangun di Desa
Tinapan, Kecamatan Todanan. Yakni, lokasinya tidak jauh dari pabrik gula
yang diduga mencemari air di waduk tersebut. Hanya saja, untuk lokasi
yang tepat masih dicari, agar sumber air yang nanti akan diolah layak
didistribusikan ke pelanggan.
”Kami masih survei lokasi. Kami berharap, segera ada tindakan dari
pemkab. Sehingga, ada kepastian mengenai air yang kami gunakan ini
apakah tercemar atau tidak,” tegasnya.
Diketahui, warga di sekitar lokasi pabrik gula yang dikelola PT
Gendhis Multi Manis (GMM) mengeluhkan adanya limbah yang diduga berasal
dari pabrik itu. Sebab, air PDAM yang tersalur ke rumah-rumah mereka
berwarna dan berbau. Akibat air berwarna dan berbau itu, warga tidak
berani menggunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Misalnya untuk mencuci
dan kebutuhan air minum atau memasak.
Sementara itu Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Blora juga sedang menunggu hasil penelitian sampel air Waduk Bentolo yang sedang diteliti di laboratorium BLH Jawa Tengah, apakah benar tercemar atau tidak. (Aries-Murianews | rs-infoblora)
0 komentar:
Posting Komentar