![]() |
Contoh hasil kerajinan akar kayu jati yang membentuk patung naga. |
BLORA. Melimpahnya bahan baku akar jati di Kabupaten Blora
mendorong para pelaku usaha kecil menengah (UKM) Blora untuk berkreasi
menghasilkan produk mebel dan pajangan kayu jati yang memiliki nilai
seni tinggi dengan harga yang mencapai puluhan juta rupiah.
Setengah dari wilayah Kabupaten Blora terdiri dari hutan jati, maka tak
heran jika banyak bermunculan usaha-usaha kreatif dengan bahan baku
utama kayu jati. Salah satu diantaranya adalah kerajinan akar jati.
Sentra kerajinan akar jati terletak di Desa Tempellemahbang, Kecamatan
Jepon, Kabupaten Blora, kurang lebih 7 kilometer arah timur Kota Blora.
Di sepanjang jalan utama arah Cepu wilayah Kecamatan Jepon setidaknya
dapat kita jumpai sekitar 50 pengusaha kerajinan akar jati dengan
berbagai macam kreasi. Rata-rata kapasitas produksi setiap perajin
mencapai 80 produk tiap bulannya.
Sentra kerajinan akar jati ini sudah berdiri sejak seratusan tahun lalu,
namun mulai berkembang pesat pada tahun 2007. Selain di Desa
Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, para perajin akar jati juga ada di
Desa Cabak, Kecamatan Jiken. Kini industri kerajinan akar jati di Blora
sudah dapat menyerap sekitar 2000 tenaga kerja dengan rata-rata
penghasilan tiap bulannya untuk masing-masing pekerja sekitar 1,3 juta
sampai 4 juta per bulan.
![]() |
Meja dan kursi dari akar jati. |
Menurut salah satu pelaku usaha kerajinan akar jati yang kini bisa
dikatakan sukses, Bapak Ahmad Syaifudin dengan usahanya yang bernama
Jati Payung Mas, kerajinan akar jati di Blora memiliki ciri khas bentuk
yang sangat menarik dan memiliki nilai seni yang tinggi, sehingga tak
heran sekitar 90 persen konsumennya justru berasal dari luar negeri.
Selain dipasarkan di wilayah Indonesia seperti di Jakarta, Bandung,
Surabaya, Bali, Kalimantan dan Sumatera, kerajinan jati Blora juga
diminati pasar dunia seperti Amerika, New Zealand, Belanda, Perancis,
Jerman, Malaysia, Spanyol dan masih banyak lagi negara lainnya.
Produk kerajinan akar jati yang ditawarkan antara lain model screen
table dengan kisaran harga antara 4 juta sampai 10 juta, meja daun 2,5
juta, display barang 1,5 juta hingga 5 juta, meja makan 3 juta, meja
mangkuk 1,5 juta sampai 2,5 juta, 1 set bar table seharga 3,5 juta,
kaligrafi 500 ribu, aneka ragam patung serta ukiran, dan yang paling banyak diminati adalah lift daun
jati dengan kisaran harga mulai 2 juta sampai 20 juta tergantung besar
kecil dan tingkat kesulitan.
Jika merasa tertarik dengan kerajinan akar jati tersebut, bisa
menghubungi langsung para perajin di Desa Tempellemahbang maupun Desa
Cabak. Dengan mambayar uang muka sekitar 50 persen dan sisa pembayaran
bisa dilunasi setelah barang
siap untuk dikirim. Tidak ada minimal order dalam pemesanan, namun semua
ongkos kirim ditanggung pemesan. (rs-infoblora)
0 komentar:
Posting Komentar