![]() |
Fosil manusia purba yang ditemukan di Goa Kidang Todanan. (rs-infoblora) |
BLORA. Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata
Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Kabupaten Blora, H.
Slamet Pamudji, SH, M.Hum, di Blora, Jawa Tengah, Selasa (03/06)
mengungkapkan bahwa telah diketemukan fosil tulang manusia prasejarah yang usianya
sudah ribuan tahun. Fosil manusia prasejarah itu ditemukan di sekitar kawasan Goa Kidang, Desa Tinapan, Kecamatan
Todanan.
Fosil tulang manusia tersebut berhasil ditemukan oleh tim peneliti
dari Balai Arkeologi Yogyakarta. “Oleh Tim dari Balai Arkeologi
Yogyakarta, pelaksanan penelitian itu berjudul Pola Okupasi Goa Kidang,
Hunian Masa Prasejarah Kawasan Karst Blora. Dan akhirnya diketemukan
tulang manusia yang usianya kurang lebih dua belas ribu tahun.
Kondisinya sudah lapuk, maka tim harus mengolesi dengan cairan kimia
sebelum dipindahkan,” kata Kepala DPPKKI Slamet Pamudji di dampingi
Kepala Bidang Kebudayaan Suntoyo saat berada di lokasi penelitian Goa
Kidang.
Dijelaskan oleh
mantan Kabag Humas Setda Blora itu, penelitian tersebut dilaksanakan
selama dua belas hari pada tanggal 26 Mei hingga 6 Juni nanti.
Pelakasanaan dilakukan tim yang dipimpin oleh Dra. Indah Asikin Nurani,
M.Hum. Goa Kidang terletak di kawasan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH)
Blora, BKPH/RPH Kalonan Desa Tinapan Kecamatan Todanan pada petak 62.
“Penelitian berjalan
lancar, tapi perlu segera mendapatkan pengawasan serius dari pemerintah
kabupaten untuk lokasi tersebut, sehingga perlu dibuatkan Surat
Keputusan yang ditanda tangani Bupati sebagai kawasan yang dilindungi,” tegasnya.
Masih
menurut Mumuk, panggilan akrab Kepala DPPKKI Blora, lokasi Goa Kidang
sangat berpotensi untuk dikelola menjadi kawasan wisata. Lokasi Goa
Kidang berjarak lebih kurang 800 meter dari kawasan Pabrik Gula (PG) Blora, Gendis Multi Manis (GMM).
Pada
kesempatan yang sama Ketua Tim Peneliti, Dra. Indah Asdikin Nurani.
M.Hum, menjelaskan lokasi Goa Kidang merupakan lokasi penelitian tahap
ke delapan. “Penemuan ini
membuktikan bahwa Goa Kidang pernah menjadi salah satu tempat hunian
homo sapiens (manusia purba). Karena letaknya yang bagus, dan strategis, ditengarai ada
sumber mata air di sekitar goa,” katanya.
Indah
Asikin Nurani menjelaskan, sasaran penelitian sebagai hasil akhir
jangka panjang adalah kronologi hunian Goa Kidang, perkembangan
teknologi pembuatan alat dan perhiasan penghuni Goa Kidang serta
jangkauan sumber bahan baku, komponen rangka Homo Sapiens dan tahap hunian antara gua Kidang A dan gua Kidang AA.
“Tulangnya tidak bisa langsung diangkat, harus di lumuri dulu dengan larutan kimia. Karena sudah lapuk,” ujarnya.
Dari
pantuan di lokasi goa kidang, Selasa (03/06), Tim Peneliti menentukan
beberapa titik galian yang ditengarai menyimpan bukti prasejarah di
kawasan tersebut. Hanya saja tim peneliti mengeluhkan tanah di sekitar
lokasi mudah longsor. Apalagi jika muncul getaran yang bersumber dari
mesin.
Tim peneliti yang
dipimpin oleh Indah Asikin Nurani tersebut terdiri atas arkeolog,
tenaga teknis pemetaan/gambar dan fotografer, serta tenaga administrasi dari
Balai Arkeologi Yogyakarta dibantu oleh seorang geolog dari Fakultas
Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Bandung
(ITB), serta dua orang anthropolog ragawi dari Universitas Airlangga. Selain itu juga dibantu tenaga daerah dari DPPKKI Blora.
Sementara
itu salah seorang tim peneliti, Soni Sanjaya, mengatakan agar tidak
lapuk maka temuan tulang tersebut diolesi dengan cairan kimia bernama
Paraloid dan Aceton. “Kita kuas perlahan-lahan dengan cairan Paraloid dan Aceton,” kata Soni Sanjaya. (rs-infoblora | DPPKKI Blora).
0 komentar:
Posting Komentar