Home » , » KPU Blora : Tingkat Partisipasi Pemilih di Pileg 2014 Lebih dari 75 Persen

KPU Blora : Tingkat Partisipasi Pemilih di Pileg 2014 Lebih dari 75 Persen

infoblora.id on 17 Apr 2014 | 12.30

Arifin, Ketua KPU Kabupaten Blora
BLORA. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Blora memperkirakan tingkat partisipasi atau kehadiran pemilih dalam Pemilihan Legislatif  9 April lalu lebih dari 75 persen. Optimisme tersebut dikemukakan Ketua KPU Arifin.

Dia mengemukakan hingga siang ini (17/4), sejumlah Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) telah menyelesaikan rekapitulasi penghitungan suara. Dari hasil rekapitulasi itu terungkap tingkat kehadiran pemilih di beberapa kecamatan mencapai rata-rata 77 persen.

"Seperti misalnya di Kecamatan Todanan. Tingkat kehadiran pemilih lebih dari 77 persen," ujar Arifin, Kamis (17/4).

Sebagaimana diketahui, KPU pusat menghendaki tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilu 2014 lebih dari 75 persen. Untuk merealisasikan hal itu, KPU Blora gencar melakukan sosialisasi kepada sejumlah elemen masyarakat termasuk kepada pemilih pemula.

Upaya memaksimalkan sosialisasi yang dilakukan KPU Blora dilatarbelakangi oleh partisipasi pemilih yang cenderung menurun jika dilihat dari tiga pemilu nasional terakhir.

Pada Pemilu 2004 misalnya, tingkat partisipasi pemilih di Blora mencapai 86 persen, sedangkan pemilu 2009 menurun menjadi 75 persen. Kecenderungan ini juga berlaku dalam Pemilukada baik Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati maupun Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur.

Pada Pilbup Blora 2005 partisipasi pemilih mencapai 74,6 persen sedangkan pada 2010 menurun menjadi 71,7 persen. Sementara dalam Pilgub Jateng 2008 partisipasi pemilih mencapai 61,7 persen sedangkan pada 2013 menurun menjadi 55,9 persen. Di Pemilu 2014, jumlah pemilih di Blora sebanyak 697.762 orang.

Ketua KPU Blora Arifin mengemukakan hingga kini belum semua PPK menyelesaikan dan melaporkan rekapitulasi suara Pemilu 2014. "Kami tunggu laporan hasil rekapitulasi itu," kata Arifin. (rs-infoblora | Abdul Muiz)
Share this article :

1 komentar:

Ujak mengatakan...

Ra usah ngomong KPU berjasa mas aripin.
Semua itu LEBIH KARENA JASA SEBET CALEG tertentu yang bagi2 UANG SUAP.
Jangan jadi buta dengan realita.
Masuk jaman JAHILIYAH, perbuatan salah dianggap biasa aja.

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved