Home » , » Penolakan Pembangunan Blok T Tahap II oleh Banggar DPRD Blora Menuai Protes

Penolakan Pembangunan Blok T Tahap II oleh Banggar DPRD Blora Menuai Protes

infoblora.id on 8 Mar 2014 | 00.50

Deretan kios jajanan dan oleh-oleh khas Blora dengan halaman yang luas di kawasan Blok T kini juga sering dimanfatkan berbagai komunitas untuk berkegiatan. (rs-infoblora)
BLORA. Pembangunan Kawasan Blok T atau Pusat Jajanan dan Oleh-oleh khas Blora yang menjadi pusat ekonomi baru bagi masyarakat Blora diminta tetap dianggarkan dalam Anggaran APBD Tahun 2014 ini. Setelah sebelumnya, pengajuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat itu dicoret oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD Blora.

Dicoretnya anggaran pembangunan lanjutan di Blok T itu diprotes berbagai unsur masyarakat. Terlebih masyarakat sekitar lokasi yang akan ikut merasakan dampak positif dibangunnya Blok T tersebut.
Seperti diungkapkan Catoer Oke Abrianto, pemuda yang tinggal tak jauh dari Blok T. Menurut dia,  pencoretan yang dilakukan DPRD tak memiliki alasan rasional. Karena keberadaan Blok T itu selain memunculkan harapan ekonomi baru bagi pengusaha dan pengrajin lokal, aktivitas ekonomi juga mulai menggeliat.

"Selain sebagai pusat jajanan dan oleh-oleh khas Blora, berbagai komunitas pemuda juga menggunakan blok T untuk event. Oleh karena itu, kami meminta anggota dewan untuk tinjau lokasi agar tahu sendiri bagaimana geliat ekonomi atas dibangunnya Blok T ini. Bahkan di sore hari sudah mulai digunakan mangkal bus-bus malam," tambah Catoer, kemarin.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM), Maskur, mengaku, banyak yang mengadu ke dinasnya. "Banyak yang sudah mengadu dan meminta agar pembangunan dilanjutkan. Tapi saya katakan kalau semua itu terserah DPRD," ujar Maskur.

Maskur menyebutkan, tahun ini mengusulkan dana Rp1,2 miliar untuk melanjutkan pembangunan lahan yang sudah dimulai sejak 2013 itu. Saat ini, lahan yang semula kumuh itu berubah menjadi bersih dengan dipaving dan berdiri kios untuk suvenir dan aneka barang khas Blora. "Selain kios, kami juga berencana membangun selter untuk jualan makanan ringan, kopi dan lainnya," tambahnya.

Pembangunan tahap dua, kata Maskur, juga akan dibangun selter untuk ruang tunggu penumpang. Meski harus dibangun bertahap, namun hal itu bisa terus dilakukan, termasuk tahun ini. "Sebetulnya, anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 2,5 M itu baru bisa dibenahi semua. Namun kami merencanakan pembangunan berkelanjutan di tahun berikutnya," ungkapnya. (rs-infoblora | ali)
Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved