Home » , » Kerap Dilewati Kendaraan Berat, Kelas Jalan Menuju Pabrik Gula Harus Ditingkatkan

Kerap Dilewati Kendaraan Berat, Kelas Jalan Menuju Pabrik Gula Harus Ditingkatkan

infoblora.id on 7 Mar 2014 | 02.30

Keadaan jalan dari pertigaan Gagaan Kec.Kunduran sampai lokasi PG Blora di Desa Tinapan Kec.Todanan rusak karena sering dilalui kendaraan berat pabrik, selama ini hanya diperbaiki dengan pengurukan batu grosok. (rs-infoblora)
BLORA. Jalan raya dari pertigaan Desa Gagaan Kecamatan Kunduran sampai Desa Tinapan Kecamatan Todanan yang menjadi akses utama menuju Pabrik Gula (PG) Blora yang didirikan PT.Gendhis Multi Manis (GMM) sebaiknya ditingkatkan kelasnya. Itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi semakin rusaknya jalan yang sering dilewati kendaraan berat pengangkut logistik dari dan ke arah pabrik gula.

Menurut rencana, operasional PG Blora akan dimulai tahun ini. Subroto, seorang anggota DPRD Kabupaten Blora dari Kecamatan Todanan, mengungkapkan sejak beberapa hari terakhir banyak kendaraan bertonase berat hilir mudik melewati jalan kabupaten ini.

Dari informasi yang diperolehnya truk bertonase berat tersebut mengangkut bahan mentah gula (raw sugar) yang akan diolah di pabrik gula milik PT.GMM. Akibat lalu lalang truk tersebut mengakibatkan semakin parahnya kerusakan jalan yang menjadi penghubung Kecamatan Kunduran dengan Todanan ini.

"Ini yang menjadi pertanyaan saya. Kalau jalannya rusak, yang tanggung jawab siapa? Kedepan alangkah baiknya kelas jalan menuju pabrik gula ditingkatkan kelasnya," ujar Subroto kemarin.

Salah satu titik kerusakan jalan Kunduran - Todanan yang rusak akibat aktifitas truk pabrik gula, lubang hanya diuruk dengan menggunakan grosok. (rs-infoblora)
Dia memastikan saat pabrik gula berproduksi atau ketika musim giling tiba, tentunya akan semakin banyak kendaraan yang melewati jalur Kunduran - Todanan ini. Tak hanya lalu lalang truk pembawa tebu, tetapi pastinya juga truk pengangkut gula yang telah diproduksi.

Subroto menuturkan, ruas jalan Gagaan Kunduran sampai Todanan statusnya adalah jalan kabupaten, sehingga menurut dia tanggung jawab perbaikan dan pemeliharaannya ada pada Pemkab melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Blora bagian Bina Marga.

Coorporate Social Responsibility (CSR)
Hanya saja, menurut Subroto, PT.GMM tidak bisa lepas tangan begitu saja manakala terjadi kerusakan jalan menuju pabrik gulanya. "Paling tidan tanggung jawab sosial perusahaan melalui program Coorporate Social Responsibility (CSR) bisa diwujudkan dalam wujud perbaikan kerusakan jalan yang ditimbulkan truk truk besar tersebut," tegas anggota DPRD Blora dari PDIP itu.

Berdasarkan data yang ada, beberapa tahun lalau saat kepemimpinan Gubernur Jateng semasa Bibit Waluyo, Pemprov Jateng pernah mengucurkan bantuan dana untuk pembangunan jalan Kunduran - Todanan. Selain perbaikan jalan, dana tersebut juga digunakan untuk pembangunan pelebaran jembatan. Hal itu dilakukan karena saat itu akan banyak kendaraan besar pengangkut peralatan pembangunan pabrik dan pengangkut mesin pabrik yang melintas menuju lokasi pembangunan di Desa Tinapan Kecamatan Todanan. Namun saat ini keadaan jalan Kunduran - Todanan kembali rusak di banyak titik. (rs-infoblora | abdul muiz)
Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved