Home » , » Penambangan Migas PPGJ dan PHE Randugunting di Blora Belum Dilaporkan ke Pusat

Penambangan Migas PPGJ dan PHE Randugunting di Blora Belum Dilaporkan ke Pusat

infoblora.id on 20 Des 2013 | 11.00

Penambangan PPGJ oleh Pertamina EP di Ds.Sumber Kradenan
BLORA. Dua kegiatan penambangan minyak dan gas (migas) di Kabupaten Blora, hingga kini belum masuk data rekonsiliasi pusat. Pasalnya, Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) oleh PT Pertamina EP dan eksplorasi lapangan minyak oleh Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting, belum dilaporkan ke pemerintah pusat.

”Dua kegiatan penambangan tersebut ternyata belum masuk data rekonsiliasi pusat. Hal itu menyebabkan potencial loose (potensi yang hilang) untuk Blora,”  ujar anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Blora Seno Margo Utomo, kemarin.

Ia menyebutkan, potensi yang hilang itu terkait dengan pendapatan yang bisa diperoleh Blora dari aktivitas penambangan migas yang ada di wilayah Blora. Potensi itu mencapai ratusan juta, bahkan hingga miliaran rupiah.

Meskipun belum produksi, kata dia, sebuah kegiatan migas di daerah mestinya dilaporkan ke pusat. Sehingga, kegiatan itu bisa dicatat dan diketahui pusat. Sebab, dalam setiap kegiatan terkait migas ada bagian untuk daerah setempat.

”Minimal kita dapat PBB migasnya, dan itu jumlahnya cukup besar. Dengan tidak masuk data rekon (siliasi) ya kita tidak dapat dana itu,’’ ujarnya.

Ia mendesak Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Blora, yang membidangi migas untuk melaporkan dua kegiatan tersebut dan kegiatan penambangan lainnya. ”Tidak ada ruginya melaporkan kegiatan yang ada di daerah ke pusat. Sebab sudah terbukti, karena tidak dilaporkan maka data tidak masuk pusat, maka Blora tidak menerima dana pembagian hasil penambangan,” terangnya.

Kepala Dinas ESDM Setyo Edy saat dikonfirmasi mengatakan, kegiatan PPGJ dan Randugunting belum dilaporkan ke pusat. Alasanya, karena PPGJ belum produksi gas, sehinggaharus beroperasi terlebh dahulu baru ada laporan.

Sedangkan eksplorasi lapangan Randugunting, menurut dia, kegiatan masih tahap mencari titik sumber minyak. Sehingga, sama sekali belum produksi minyak.”Randugunting malah baru eksplorasi, kalau sudah produksi semua nanti dilaporkan,’’ tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, proyek produksi dan pengolahan gas yang dilakukan PT Pertamina PPGJ berlokasi di Desa Sumber Kecamatan Kradenan. Proyek ini sudah resmikan Dirut Pertamina Karen Agustiawan beberapa hari lalu.

Proyek  yang telah ada sejak tiga tahun lalu tersebut, saat ini persiapan produksi dan mengalirkan gas dari lokasi ke pembangkit listrik di Tambaklorok, Semarang.

Sedangkan PHE Randugunting sudah melakukan eskplorasi sekitar tiga tahun lalu. Eksplorasi pertama di Desa Tinapan Kecamatan Todanan, kemudian di Desa Krocok Kecamatan Japah, saat ini di Desa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan yang  diberi nama Sumur Kenangarejo (KGR)-1. (rs-infoblora | Sumarni murianews.com)
Share this article :

2 komentar:

Unknown mengatakan...

maaf tapi yang betul potential loss bukan potencial loose,

Ujak mengatakan...

Dear Mas Seno ,
Harapan saya walo vocal mohon agar setiap ngomong didasarkan data & bukan sekedar obrolan kosong warung kopi.
Sampean dari PKS dengan notabene partai Islami, jangan coreng kebenaran dengan ambisi / nafsu.
PHE Randugunding masih explorasi & masih lama produksi.
Untuk Pertamina tentu kontrak kerjanya sudah diurus SKK Migas. Logikanya semua tertib administrasi untuk usaha Migas. Terutama soal DBH tentu sesuai prosedur.

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved