![]() |
| Kasat Reskrim Lamongan AKP Hasran SH, M.Hum |
Bahkan lima anggota resmob sempat geram lantaran tersangka tidak bisa menunjukkan dimana rumah Jaelani.”Kelihatannya,tersangka ini sengaja memutus mata rantai pelaku lainnya,”kata Kasat Reskrim Lamongan AKP Hasran, Jumat (01/11/2013).
Jaelani, yang disebut orang menawarkan upal kepada tersangka ada kemungkinan nama palsu, atau memang Mujayin sengaja tidak mau membuka dari mana sebenarnya uang itu di dapatkan.
Tersangka bahkan diduga sudah lama melakukan pekerjaan sampingan ini. Kecurigaan penyidik didasarkan sejumlah SMS, termasuk dari istrinya sendiri yang menyatakan sudah bosan diberi uang belanja dari uang haram.
”SMS istrinya itu sempat menanyakan tersangka kemana saja kok tidak pulang. Dan di akhir SMS menandaskan kalau ia bosan diberi uang haram,”tambah Hasran.
Yang aneh lagi, setelah kembali dari Blora dan mendekati rumahnya di Randublatung, ada pengakuan yang mengejutkan.
Mujayin akhirnya mengakui kalau uang palsu ia beli dari dua nama orang lain. Namun lagi-lagi, tersangka mengaku tidak tahu rumah dua orang nama yang diakuinya. “Sampai sekarang masih buntu. Terputus jaringannya,”tandas Hasran.
Meski begitu, penyidik masih akan mengembangkan penyelidikan dengan strategi lainnya. Sekedar diketahui, sebelumnya, Mujayin pengedar uang palsu yang juga seorang guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) golong III D di MTs Randublatung Blora Jawa Tengah diringkus petugas saat membelanjakan uang palsunya di Pasar Kruwul Kecamatan Turi, Lamongan. (rs-infoblora | kontributor : Hanif Manshuri - http://surabaya.tribunnews.com)


1 komentar:
Saya ada penawaran pembuatan portal berita spt tampilan detik.com, atau vivanews yg sudah terintegrasi untuk android, BB dll silahkan tanya aja ke saya hay.smart.solusindo@gmail.com
Posting Komentar