![]() |
| Petani Blora sering menggunakan pupuk ZA saat tanam padi |
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Petanian Perkebunan Peternakan dan Perikanan (Distanbunakikan) Blora, Nugraheni Wahyu Utami mengatakan, persediaan pupuk di Kabupaten Blora secara keseluruhan masih aman. Hanya alokasi pupuk jenis ZA untuk masa tanam sekarang tersisa 1564 ton.
”Sisa persediaan pupuk ZA memang menjadi perhatian. Biasanya para petani menggunakan pupuk ZA untuk tanaman tebu,” kata Nugraheni dalam rapat koordinasi pupuk bersubsidi Kabupaten Blora di Ruang Sekretaris Daerah setempat, Rabu (30/10) lalu.
Pada 2013, Kabupaten Blora mendapat alokasi pupuk ZA sebanyak 8700 ton. Dari jumlah itu terserap sebanyak 7246 ton atau sekitar 84 persen. Sehingga, sekarang persediaan pupuk ZA hanya 1564 ton.
Persediaan pupuk jenis ZA telah ditingkatkan tiap tahunnya. Pada 2012 lalu, alokasi pupuk hanya 7974 ton, sedangkan tahun ini persediaan mencapai 8700 ton. Persediaan jenis pupuk lainnya, antara lain urea, SP-36, NPK phonska, dan petroganik hingga masa panen aman, kecuali pupuk jenis ZA.
Mengenai harga, lanjut dia, harga pupuk bersubsidi jenis urea dan SP 36 berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No 87/Permentan/SR.130/12/2011, harga pupuk urea Rp 1.800 per kilogram dan SP 36 Rp 2 ribu per kilogram. (rs-infoblora | kontributor : Abdul Rochim-murianews.com)


0 komentar:
Posting Komentar