Home » , » Jatah CPNS Honorer di Blora Belum Jelas, Diduga Banyak Calo Bermain

Jatah CPNS Honorer di Blora Belum Jelas, Diduga Banyak Calo Bermain

infoblora.id on 20 Nov 2013 | 10.49

Peserta CPNS Honorer K2 saat mengikuti tes seleksi yang digelar 3 November lalu. (rs-infoblora)
BLORA. Jumlah tenaga honorer kategori dua (K2) yang akan diangkat menjadi CPNS untuk wilayah Kabupaten Blora sampai saat ini masih belum jelas. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) memastikan tidak tahu berapa jumlah kuota yang diberikan, karena semuanya ditangani oleh pusat.

"Belum ada pemberitahuan dari pusat berapa jatah untuk Blora," kata Kepala BKD Blora, Suwignyo, Senin (18/11) lalu.

Menurut dia, seleksi honorer K2 yang digelar awal bulan kemarin juga belum ada kepastian kapan pengumumannya. Seperti halnya Blora, daerah-daerah lainnya hanya menyelenggarakan saja. Sebab semua soal dan penilaian ditangani pusat.

Hanya saja, kata dia, daerah sempat diberitahu peserta tes yang akan diangkat telah memenuhi nilai standar atau passing grade yang ditetapkan. "Namun  passing grade nya berapa juga tidak diberitahu, pengumummannya pun hanya dikatakan medio Desember nanti," ucapnya.

Disaat belum ada kepastian, beredar kabar banyak calo bermain dalam masa pengangkatan CPNS ini. Bahkan seperti yang diungkapkan Djoko Mugiyanto, anggota Komisi A DPRD Blora, diduga pejabat juga ikut bermain. Yakni tenaga honorer yang ingin diangkat, harus bisa menunjukkan buku rekening yang berisi minimal Rp 100 juta.

"Bahkan buku rekening itu tidak hanya ditunjukkan, tetapi juga dibawa oleh calo sebagai jaminan," kata salah satu sumber terpercaya. Setelah setor buku rekening, honorer yang bersangkutan diberi naskah ujian CPNS. Bahkan honorer CPNS itu menjual fotocopyan naskah ujian kepada rekannya dengan harga jutaan rupiah. Kabar yang beredar, nilai yang dipatok bisa diangkat minimal Rp 90 juta per honorer.

Hanya informasinya saat tes berlangsung, soal yang didapat dari calo tadi tidak ada satupun yang keluar. "Kalau kabar itu benar ya kebangeten, honorer sudah mengabdi puluhan tahun kok," kata Djoko Mugiyanto.

Disinggung terkait kabar itu, Kepala BKD Blora, Suwignyo enggan memberikan keterangan. Ia
mengaku tidak tahu menahu soal adanya calo. Ia memastikan BKD hanya melaksanakan tes saja.

"Kalau ada kabar seperti itu, tugas wartawan untuk menginvestigasi. Menurut saya, BKD tidak terlibat dalam percaloan itu," kata Suwignyo.

Diberitakan sebelumnya, tes untuk CPNS honorer K2 mestinya diikuti 1.773 peserta se Kabupaten Blora. Tetapi ada 5 tenaga honorer yang tidak hadir. Honorer yang tidak hadir dipastikan dicoret, karena tidak ada ujian susulan. (rs-infoblora | kontributor : Sriwiyono JP)
Share this article :

3 komentar:

Ujak mengatakan...

Ayo Pak Polisi,
Mari mulai berbenah & memperbaiki keadaan,
Segera tangkap calo2 PNS & jaringannya.
Masalah ini kan bisa diusut karena ada pihak yang membayar & dirugikan.
BKD tidak boleh cuci tangan, langsung selidiki & klo ada oknum pegawe terlibat dipecat & dipidanakan.
Smoga bukan pejabat BKD yang terlibat agar ada keberanian mengungkap.

Ujak mengatakan...

Masukan ke BKD,
Jangan pernah lagi mengusulkan pengangkatan cpns dari tenaga honorer.
Ini tidak adil karena yang jadi honorer itu siapa?
Proses pengambilan tenaga honorer tidak jelas.
Stop merekrut tenaga honorer tanpa ada proses test yang adil.
Beri sangsi oknum pejabat yg masih merekrut tenaga honorer di kantornya.

Anonim mengatakan...

betul mas ujak tapi dari dulu ke dulu ya memang begini aja persoalannya klo mengenai PNS ,gimana mau jadi baik birokrasi kita honorer dach bayar nannti setelah jadi PNS cari Pulihan.Gaksah gumun mas jaman saiki kan jamane wani piro ????

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved