INFOBLORA.ID - Pemerintah Kabupaten Blora terus mengintensifkan koordinasi dengan Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Cepu. Saat ini, progres penimbunan lahan untuk pembangunan fasilitas pendidikan tersebut telah mencapai 95,70 persen.
Upaya percepatan itu dilakukan melalui kunjungan koordinasi Bupati Blora Arief Rohman bersama Wakil Bupati Sri Setyorini, Ketua DPRD Blora Mustopa, Wakil Ketua DPRD Lanova Chandra, serta jajaran perangkat daerah ke Kementerian Sosial dan Kementerian PU, Senin (19/10/2026).
Dalam pertemuan di Kementerian Sosial, rombongan diterima Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Muhamad Hasan Chabibie beserta jajaran. Sementara di Kementerian PU, rombongan diterima Plt. Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Prasarana Strategis, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, Aris Rudianto Nugroho.
Bupati Arief Rohman mengatakan, pemerintah pusat mendukung percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Blora. Saat ini, pemerintah daerah menunggu penetapan lokasi (penlok) sebagai salah satu tahapan penting sebelum pembangunan dilanjutkan.
“Dari kementerian mendukung percepatan pembangunan Sekolah Rakyat. Blora sudah siap untuk menyelenggarakan Sekolah Rakyat. Sekarang kami menunggu penetapan lokasi atau penlok dari Kementerian PU dan Kementerian Sosial,” katanya.
Arief berharap proses penetapan lokasi dapat segera diselesaikan sehingga pembangunan bisa berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. Pemkab Blora menargetkan pada 22 Desember 2026 pembangunan dapat memasuki tahap ketiga.
Dalam koordinasi dengan Kementerian PU, Bupati juga memaparkan kesiapan lahan di Kecamatan Cepu, termasuk pekerjaan penimbunan dan pembangunan akses jalan menuju kawasan Sekolah Rakyat.
“Setelah survei dari Satker, lahan sudah diperiksa dan kami siapkan. Jalan masuk juga sudah memiliki lebar delapan meter. Pekerjaan urukan dan limestone sudah berjalan,” ujar Arief.
Berdasarkan laporan mingguan pekerjaan penimbunan lahan periode 12–18 Oktober 2026, progres fisik telah mencapai 95,70 persen. Angka tersebut melampaui target rencana sebesar 85,81 persen, atau lebih cepat 9,89 poin persentase dari jadwal.
Selain penyiapan lahan, Pemkab Blora telah membangun jalan beton sepanjang 323 meter dengan lebar delapan meter. Dukungan infrastruktur dasar juga disiapkan, meliputi jaringan air bersih melalui PDAM dan jaringan listrik tiga fase oleh PLN.
Pemkab Blora juga mengajukan dukungan pemerintah pusat untuk menyelesaikan sisa lahan yang belum diuruk seluas sekitar 2,9 hektare. Selain itu, diperlukan penyelidikan kondisi tanah, survei topografi, serta penyusunan desain teknis pembangunan.
Bupati Arief menyebutkan, tindak lanjut dari satuan kerja terkait kesiapan lokasi direncanakan pada 27 Oktober 2026. Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan satuan kerja terkait agar seluruh persyaratan teknis maupun administrasi dapat diselesaikan.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Cepu diharapkan menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Blora. Dengan dukungan pemerintah pusat dan kesiapan daerah, proyek tersebut diharapkan segera memasuki tahapan pembangunan berikutnya sesuai rencana.


0 komentar:
Posting Komentar