Home » , , , » EFISIENSI ANGGARAN Rp9 MILIAR, PEMBANGUNAN TIGA EMBUNG DI BLORA BATAL TEREALISASI TAHUN INI

EFISIENSI ANGGARAN Rp9 MILIAR, PEMBANGUNAN TIGA EMBUNG DI BLORA BATAL TEREALISASI TAHUN INI

radiogagakrimangfm.com on 20 Okt 2026 | 10.27


INFOBLORA.ID
- Rencana pembangunan tiga embung di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, batal terealisasi pada 2026. Hal ini menyusul efisiensi anggaran Bantuan Keuangan Provinsi (Bankeuprov) Jawa Tengah sekitar Rp9 miliar yang semula dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur penampungan air tersebut.

Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Blora, Surat, mengatakan anggaran tersebut sebelumnya telah diusulkan sejak awal tahun untuk membangun tiga embung di wilayah Kabupaten Blora. Namun, pada Juni lalu, pihaknya menerima informasi bahwa anggaran tersebut terkena efisiensi atau refocusing dan dialihkan untuk kebutuhan infrastruktur lainnya.

“ Kami sudah mengusulkan sejak awal tahun. Tapi pada Juni mendapat informasi anggarannya terkena efisiensi atau refocusing,” ujarnya.

Tiga embung yang direncanakan dibangun berada di Desa Temulus dan Desa Wulung, Kecamatan Randublatung, serta Desa Adirejo, Kecamatan Tunjungan. Ketiganya diproyeksikan mampu mendukung pengairan lahan pertanian seluas total 191 hektare.

Embung Temulus direncanakan dapat mengairi sekitar 140 hektare lahan pertanian, Embung Wulung 31 hektare, dan Embung Adirejo 20 hektare.

Meski pembangunan belum dapat direalisasikan tahun ini, Pemkab Blora berencana kembali mengusulkan anggaran untuk ketiga embung tersebut pada 2027 hingga 2028 secara bertahap.

Menurut Surat, pembangunan embung sangat penting untuk menjaga ketersediaan air, terutama saat musim kemarau. Air hujan yang tertampung dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan irigasi pertanian maupun air baku bagi masyarakat.

Saat ini, Kabupaten Blora memiliki tiga waduk dan 78 embung. Namun, sebagian tampungan air mengalami kekeringan sehingga belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Karena itu, DPUPR Blora akan memprioritaskan optimalisasi tampungan air yang sudah ada. Upaya tersebut diharapkan mampu memaksimalkan penampungan air saat musim hujan untuk memenuhi kebutuhan pertanian, menyediakan air baku, sekaligus membantu pengendalian banjir.

“Kami prioritaskan optimalisasi tampungan air. Saat musim hujan nanti, limpahan air bisa ditampung maksimal untuk kebutuhan pertanian, air baku, sekaligus membantu pengendalian banjir,” pungkasnya.

Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved