INFOBLORA.ID - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan pembangunan Bendungan Karangnongko dan Bendungan Cabean di Kabupaten Blora terus berjalan. Di sisi lain, pembangunan Pasar Ngawen telah rampung 100 persen dan ditargetkan mulai ditempati para pedagang pada November 2026.
Kepastian tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora dan jajaran Kementerian PU yang digelar di Ruang Pertemuan Sekretariat Daerah (Setda) Blora, Jumat (10/9/2026).
Pertemuan ini menjadi langkah penting untuk mengawal keberlanjutan dua proyek bendungan yang diharapkan mendukung kebutuhan air dan pembangunan wilayah, sekaligus memastikan pasar yang telah selesai dibangun dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Ketua Satgas Sosial Ir. Lucky Korah, M.Si., Plh. Kepala BBWS Bengawan Solo Nimbrot Numaropen, S.T., M.T., serta perwakilan Plt. Kepala BBWS Pemali Juana, yakni Kepala Bidang PJSA Lalu Ardian Bagus Nugroho, S.T., M.M., M.T.
Turut hadir unsur Forkopimda Blora, Pj. Sekda Blora, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Blora, perwakilan Kanwil ATR/BPN Jawa Tengah dan Kantor Pertanahan Blora, serta perwakilan Direktorat Jenderal Planologi Kementerian Kehutanan yang mengikuti rapat secara daring.
Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman mengatakan, pembahasan bersama tim pemerintah pusat berfokus pada kelanjutan pembangunan Bendungan Cabean dan Bendungan Karangnongko. Selain itu, pertemuan juga membahas kesiapan Pasar Ngawen yang secara fisik telah selesai dibangun.
“Alhamdulillah, hari ini dari tim pusat, dipimpin Pak Lucky dari Kementerian PU, kita tadi membahas tentang beberapa hal. Yang pertama soal Bendungan Cabean, yang kedua Karangnongko, ada juga sedikit menyinggung soal Pasar Ngawen,” ungkap Bupati.
DORONG BENDUNGAN CABEAN MASUK PROYEK STRATEGIS NASIONAL
Salah satu perhatian Pemkab Blora adalah kelanjutan pembangunan Bendungan Cabean yang saat ini masih dalam proses pengerjaan. Pemerintah daerah berupaya mendorong pemerintah pusat agar proyek tersebut dapat ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
Langkah tersebut diharapkan membuka peluang penguatan dukungan anggaran sehingga pembangunan bendungan dapat terus berjalan hingga selesai.
Bupati Arief Rohman menjelaskan, target penyelesaian Bendungan Cabean mengalami penyesuaian. Proyek yang semula direncanakan rampung pada 2026 kini diusulkan selesai pada 2028 akibat kebijakan efisiensi dan penyesuaian anggaran.
“Kita sedang mendorong ke beberapa pemerintah pusat agar Bendungan Cabean bisa ditetapkan sebagai PSN juga, agar nanti sisi penganggaran bisa didorong,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang PJSA BBWS Pemali Juana, Lalu Ardian Bagus Nugroho, mengungkapkan bahwa progres pembangunan Bendungan Cabean telah mencapai 25,6 persen.
Berdasarkan kontrak awal, pembangunan bendungan dimulai pada Desember 2023 dan ditargetkan selesai pada Desember 2026. Namun, kebijakan efisiensi anggaran yang diikuti dengan rekomposisi anggaran berdampak pada penyesuaian jadwal penyelesaian pekerjaan.
“Cabean yang semula ditargetkan selesai Desember 2026, karena terkait efisiensi penganggaran dan sebagainya, kita melakukan usulan penambahan waktunya hingga selesai di 2028,” ungkap Lalu.
Dengan progres yang telah berjalan tersebut, koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat terus diperlukan agar pembangunan dapat berlanjut sesuai tahapan yang direncanakan.
Pemkab Blora berharap dukungan anggaran dan koordinasi lintas instansi dapat memperkuat keberlanjutan proyek, sehingga manfaat pembangunan bendungan nantinya dapat dirasakan masyarakat.
BENDUNGAN KARANGNONGKO MASIH HADAPI PERSOALAN PENGADAAN TANAH
Selain Bendungan Cabean, pembangunan Bendungan Karangnongko juga menjadi perhatian dalam rapat koordinasi tersebut.
Plh. Kepala BBWS Bengawan Solo, Nimbrot Numaropen, menyampaikan bahwa pembangunan Bendungan Karangnongko terus berjalan. Namun, masih terdapat sejumlah tahapan yang perlu diselesaikan, terutama terkait pengadaan tanah di wilayah Kabupaten Blora.
Persoalan lahan tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu dikoordinasikan agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan lebih lancar.
Bupati Arief Rohman menyampaikan bahwa Pemkab Blora akan berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan terkait tanah yang digunakan untuk pembangunan bendungan. Koordinasi juga akan dilakukan bersama Bupati Bojonegoro dan Bupati Ngawi untuk mendorong kelanjutan proyek tersebut.
Menurutnya, keberlanjutan pembangunan tidak hanya menyangkut pekerjaan fisik, tetapi juga perlu memperhatikan kondisi masyarakat yang terdampak.
Bupati menyebut terdapat sekitar lima desa yang terdampak pembangunan Bendungan Karangnongko. Karena itu, pemerintah daerah akan mengusulkan solusi bagi warga yang terdampak kepada pemerintah pusat, termasuk kemungkinan program relokasi melalui transmigrasi lokal.
“Jadi nanti kami dengan Bupati Bojonegoro dan Bupati Ngawi akan berupaya agar melanjutkan Karangnongko ini. Termasuk harapan masyarakat kita, ada sekitar lima desa terdampak. Nanti bagaimana masyarakat yang terdampak ini, seperti ada program translok, transmigrasi lokal. Ini akan kita usulkan ke pemerintah pusat untuk solusi tentang hal itu,” kata Bupati.
Pemkab Blora berharap koordinasi lintas pemerintah daerah dan kementerian dapat menghasilkan langkah konkret, baik untuk mendukung kelanjutan pembangunan maupun memberikan kepastian penanganan bagi masyarakat yang terdampak.
PEMBANGUNAN PASAR NGAWEN RAMPUNG 100 PERSEN
Di tengah pembahasan dua proyek bendungan tersebut, Pemkab Blora juga menerima perkembangan positif mengenai pembangunan Pasar Ngawen.
Pembangunan pasar tersebut telah mencapai 100 persen. Tahapan berikutnya difokuskan pada penyelesaian aspek teknis, penataan pedagang, serta proses penyerahan pengelolaan sementara kepada pemerintah daerah.
Bupati Arief Rohman berharap pasar yang telah rampung itu dapat segera dimanfaatkan sehingga aktivitas perdagangan dan perekonomian masyarakat kembali berjalan optimal di fasilitas yang telah disiapkan.
“Tadi disampaikan targetnya di November, semoga sudah bisa ditempati,” ungkapnya.
Perwakilan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU, Imam, menjelaskan bahwa pekerjaan fisik Pasar Ngawen telah selesai. Saat ini, proses selanjutnya mencakup perbaikan teknis yang diperlukan dan penyerahan pengelolaan sementara dari Satuan Kerja Prasarana Strategis Jawa Tengah kepada Pemkab Blora.
Tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum pasar mulai dioperasikan dan ditempati para pedagang.
Ketika ditanya mengenai target pemanfaatan pasar pada November 2026, Imam menyatakan bahwa hal tersebut memungkinkan dilakukan karena progres pembangunan fisik telah selesai.
“Bisa, karena secara progres sudah selesai,” ujarnya.
Rampungnya pembangunan Pasar Ngawen diharapkan menjadi kabar baik bagi para pedagang dan masyarakat yang membutuhkan fasilitas perdagangan yang lebih tertata. Pemerintah daerah kini perlu memastikan kesiapan pengelolaan dan penempatan pedagang agar pasar dapat segera beroperasi.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemkab Blora bersama pemerintah pusat berupaya memastikan proyek pembangunan strategis tetap berlanjut, sekaligus mempercepat pemanfaatan infrastruktur yang telah selesai. Kelanjutan Bendungan Cabean dan Karangnongko serta operasional Pasar Ngawen diharapkan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat Blora.


0 komentar:
Posting Komentar