Home » , , » KEMARAU MELANDA, PEMKAB BLORA INGATKAN WARGA WASPADA KEBAKARAN

KEMARAU MELANDA, PEMKAB BLORA INGATKAN WARGA WASPADA KEBAKARAN

radiogagakrimangfm.com on 8 Okt 2026 | 08.01


INFOBLORA.ID
- Musim kemarau tidak hanya menyebabkan sumur dan lahan mengering, tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat menggunakan api di sekitar rumah maupun kandang ternak.

Peringatan tersebut disampaikan Wakil Bupati Blora Sri Setyorini saat mengunjungi warga korban kebakaran di Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong. Dalam kunjungan itu, Budhe Rini, sapaan akrabnya, juga menyerahkan bantuan uang tunai dari Baznas Kabupaten Blora kepada warga terdampak.

Menurut Sri Setyorini, kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan karena kasus kebakaran masih menjadi ancaman di Kabupaten Blora. Berdasarkan data Pemkab Blora, dalam tiga tahun terakhir rata-rata terjadi sekitar 85 kejadian kebakaran setiap tahun.

Sementara sepanjang 2026, ancaman kebakaran juga terlihat dari tingginya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan data BPBD Jawa Tengah hingga 23 Agustus 2026, Kabupaten Blora tercatat mengalami 14 kejadian karhutla. Angka tersebut menempatkan Blora dalam jajaran sepuluh daerah dengan kejadian karhutla tertinggi di Jawa Tengah.

“Saya meminta masyarakat tidak menganggap remeh sumber api sekecil apa pun. Terlebih kondisi lingkungan yang kering membuat api lebih cepat membesar dan merembet,” jelas Sri Setyorini.

KEBAKARAN SAMBONGREJO JADI PELAJARAN

Peristiwa kebakaran di Desa Sambongrejo menjadi salah satu contoh tingginya risiko kebakaran saat kondisi lingkungan kering.

Kebakaran yang terjadi pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 07.00 WIB tersebut diduga bermula dari pembakaran jerami kering untuk menghangatkan kandang kambing atau bediyang.

Api kemudian dengan cepat merembet ke permukiman warga. Empat rumah milik Lasiman, Warmo, Suparlan, dan Sarimpen ludes terbakar.

Sementara tiga rumah lainnya, yakni milik Jugimin, Yono, dan Marju, mengalami kerusakan sebagian akibat kejadian tersebut.

Sri Setyorini berharap masyarakat dapat menjadikan kejadian tersebut sebagai pelajaran untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan api, khususnya selama musim kemarau.

“Jangan sampai kelalaian kecil menimbulkan kerugian yang besar. Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban warga dan para korban diberi kekuatan untuk bangkit kembali,” ujarnya.

Pemkab Blora juga mengajak masyarakat memastikan sumber api benar-benar padam setelah digunakan serta tidak membakar bahan mudah terbakar di dekat rumah maupun kandang ternak.

Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved