Home » , , , » PEMKAB BLORA DAN BPS JATENG BAHAS HASIL SENSUS EKONOMI 2026 SERTA PEMUTAKHIRAN DATA DESIL

PEMKAB BLORA DAN BPS JATENG BAHAS HASIL SENSUS EKONOMI 2026 SERTA PEMUTAKHIRAN DATA DESIL

radiogagakrimangfm.com on 10 Sep 2026 | 16.17


INFOBLORA.ID
- Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., menerima kunjungan kerja Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah, Dr. Ali Said, M.A., dan Kepala BPS Kabupaten Blora, Rukhedi, S.Si., M.S.E., di Kantor Bupati Blora pada Kamis (10/9/2026).

Didampingi Pj. Sekda Blora Dasiran dan Kepala Dinsos PPPA, audiensi ini membahas hasil pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, evaluasi PDRB Triwulan II 2026, serta langkah strategis pemutakhiran data DESIL untuk pengentasan kemiskinan yang lebih tepat sasaran.

Pertumbuhan Ekonomi Blora Positif di Tengah Tantangan Singkat

Berdasarkan data PDRB Triwulan II 2026, perekonomian Blora mencatatkan pertumbuhan tahunan (year-on-year) sebesar 2,67 persen, dengan pertumbuhan kumulatif Semester I 2026 mencapai 3,90 persen.

Meskipun terjadi kontraksi triwulanan (quarter-to-quarter) sebesar 3,97 persen yang menandakan perlambatan jangka pendek, sejumlah komponen pengeluaran tetap menunjukkan kinerja kuat:

  • Konsumsi Rumah Tangga: Menjadi penopang utama dengan kontribusi 67,26 persen (tumbuh 4,93 persen YoY).

  • Konsumsi Pemerintah: Tumbuh signifikan sebesar 20,61 persen.

  • Investasi (PMTB): Mencatatkan pertumbuhan sebesar 9,29 persen.

Struktur ekonomi Blora saat ini masih didominasi oleh empat sektor utama—pertanian, pertambangan, perdagangan, dan industri pengolahan—yang secara akumulatif menyumbang 69,37 persen PDRB. Pemkab Blora berkomitmen memperkuat hilirisasi komoditas dan produktivitas sektor primer ini agar pertumbuhan ekonomi makin stabil dan berkelanjutan.

BPS Dorong Pemutakhiran Data DESIL dan Respon Masyarakat

Salah satu agenda utama audiensi adalah pemutakhiran data DESIL. Kepala BPS Jateng Dr. Ali Said menjelaskan bahwa rujukan data DESIL saat ini masih menggunakan pendataan tahun 2022, sehingga perlu disesuaikan dengan kondisi riil masyarakat di tahun 2026.

“DESIL yang digunakan saat ini masih rujukan tahun 2022, sementara kondisi sosial ekonomi warga di tahun 2026 tentu sudah banyak berubah. Kami memerlukan kolaborasi lintas pihak—Pemkab, desa, dan masyarakat—karena perubahan DESIL memperhitungkan seluruh anggota keluarga secara menyeluruh,” terang Ali Said.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Arief Rohman menegaskan bahwa Pemkab dan BPS sangat terbuka terhadap aduan serta masukan masyarakat terkait status kepemilikan DESIL.

“BPS sangat terbuka terhadap masukan status DESIL. Warga yang merasa datanya belum sesuai bisa melapor melalui Dinsos atau langsung ke BPS Blora. Pemutakhiran data ini penting agar intervensi penurunan angka kemiskinan benar-benar tepat sasaran,” tegas Bupati Arief.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengapresiasi masyarakat Blora atas suksesnya pelaksanaan pendataan door-to-door Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 lalu. Hasil sensus ini diproyeksikan menjadi acuan utama perumusan kebijakan pembangunan daerah ke depan.

Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved