Home » , , » KERUSAKAN TANAMAN TEMBAKAU AKIBAT PESAWAT JATUH DI BLORA DISELESAIKAN KEKELUARGAAN

KERUSAKAN TANAMAN TEMBAKAU AKIBAT PESAWAT JATUH DI BLORA DISELESAIKAN KEKELUARGAAN

radiogagakrimangfm.com on 23 Sep 2026 | 07.00


INFOBLORA.ID
- Persoalan kerusakan tanaman tembakau akibat insiden pesawat jatuh di Desa Sarimulyo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan.

Pemilik lahan, Karji Susilowati, menerima kompensasi sebesar Rp5 juta sebagai bentuk ganti rugi atas kerusakan tanaman tembakau akibat insiden tersebut.

Karji mengatakan, persoalan tersebut telah dibicarakan secara baik-baik bersama pihak terkait. Pilot pesawat juga telah datang langsung ke kediamannya pada Sabtu untuk menyampaikan permintaan maaf.

Dalam pertemuan tersebut, pilot menyampaikan permohonan maaf sekaligus memberikan uang sebesar Rp5 juta sebagai kompensasi atas tanaman tembakau yang rusak.

“Sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Pilot datang ke rumah dan menyampaikan permintaan maaf,” ujar Karji.

Dengan adanya pemberian kompensasi tersebut, persoalan antara pemilik lahan dan pihak pilot dinyatakan telah selesai secara damai.

Insiden pesawat jatuh terjadi pada 6 September 2026 di area pertanian Desa Sarimulyo. Pesawat tersebut jatuh mengenai lahan milik Karji dan menyebabkan sebagian tanaman tembakau mengalami kerusakan serta terbakar.

Sebelumnya, pada Selasa (8/9), Karji menyampaikan bahwa lahan pertaniannya memiliki luas sekitar setengah hektare. Dari keseluruhan tanaman yang ada, hampir separuh mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.

Keluarga pemilik lahan awalnya mengetahui kejadian itu setelah mendapat kabar melalui telepon dari tetangga. Suami Karji sempat tidak langsung percaya hingga kemudian mengecek lokasi dan mendapati tanaman tembakau memang mengalami kerusakan dan terbakar.

Kerusakan tersebut sempat membuat keluarga Karji khawatir. Sebab, tanaman tembakau yang terdampak telah terikat kerja sama dengan salah satu perusahaan tembakau di Kabupaten Rembang.

Kerusakan tanaman dikhawatirkan berdampak terhadap proses panen hingga pengiriman sesuai kesepakatan yang telah dibuat.

Sebelum penyelesaian dilakukan, keluarga pemilik lahan sempat memperkirakan nilai kerugian akibat kerusakan tanaman mencapai sekitar Rp20 juta.

Pembahasan terkait ganti rugi dilakukan melalui komunikasi langsung dengan pilot serta melibatkan pihak Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Jawa Timur.

Setelah dilakukan komunikasi dan pertemuan, kedua pihak akhirnya sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan melalui pemberian kompensasi sebesar Rp5 juta kepada pemilik lahan.

Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved