Home » , , » BERAS SEHATI BLORA JADI SOROTAN PEMKAB KENDAL, DINILAI MAMPU ANGKAT KESEJAHTERAAN PETANI

BERAS SEHATI BLORA JADI SOROTAN PEMKAB KENDAL, DINILAI MAMPU ANGKAT KESEJAHTERAAN PETANI

radiogagakrimangfm.com on 26 Sep 2026 | 08.37


INFOBLORA.ID
- Pengembangan pertanian organik di Kabupaten Blora mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kendal. Beras organik Sehati menjadi salah satu produk yang disorot karena dinilai mampu mendukung kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bagi petani.

Hal tersebut terungkap dalam kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Kendal yang dipimpin Bupati Kendal Hj. Dyah Kartika Permanasari, S.E., ke Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Jumat (25/9/2026).

Rombongan Pemkab Kendal diterima Asisten Administrasi Sekda Blora Bawa Dwi Raharja bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Retno Kusumowati, Kepala Dinsos P3A Luluk Kusuma, Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Hendi Purnomo, serta Kabag Prokompim Setda Blora Budiman.

Kunjungan tersebut membahas berbagai program pembangunan, mulai dari pengelolaan data kemiskinan, pembangunan infrastruktur hingga potensi sektor pertanian.

Salah satu pembahasan utama yakni pengelolaan data kesejahteraan sosial, khususnya data desil yang menjadi salah satu dasar penentuan penerima bantuan sosial.

Kepala Dinsos P3A Blora Luluk Kusuma mengatakan pemerintah daerah masih menghadapi tantangan dalam proses perubahan data desil. Menurutnya, pengajuan perubahan data dapat membutuhkan waktu hingga tiga bulan karena harus menunggu persetujuan administrator Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Sosial.

Kondisi tersebut menjadi tantangan ketika pemerintah daerah harus memberikan intervensi secara cepat kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk warga dengan kondisi kesehatan tertentu maupun persoalan sosial lainnya.

“Sering kali masyarakat mempertanyakan ketika status desil mereka berubah atau belum berubah. Pemerintah daerah berupaya menjembatani kebutuhan masyarakat dengan memanfaatkan berbagai sumber anggaran yang tersedia sambil menunggu proses validasi dari pusat,” ujar Luluk.

Pertemuan juga membahas persoalan sosial lainnya, termasuk meningkatnya kasus judi online yang berdampak pada penangguhan bantuan sosial bagi sebagian penerima.

Dari sisi pembangunan infrastruktur, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari turut menyampaikan pengalaman daerahnya dalam menghadapi perubahan rencana bantuan keuangan provinsi. Salah satunya terkait rencana pembangunan jalan yang sebelumnya telah disampaikan kepada masyarakat, namun kemudian tidak dapat direalisasikan karena bantuan provinsi tidak turun.

Menanggapi hal tersebut, jajaran Pemkab Blora memaparkan strategi percepatan pembangunan infrastruktur melalui skema pinjaman daerah pada 2025. Skema tersebut digunakan untuk mempercepat penyelesaian sejumlah ruas jalan yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Pembahasan juga menyentuh pembangunan infrastruktur di kawasan hutan. Pemkab Blora menjelaskan sejumlah pembangunan jalan di kawasan hutan telah melalui koordinasi dan mendapatkan izin dari Perhutani sesuai ketentuan.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Blora juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan. Tingkat kemiskinan Kabupaten Blora pada 2025 tercatat sebesar 10,58 persen. Kabupaten Blora memiliki jumlah penduduk sekitar 932 ribu jiwa dengan karakteristik wilayah yang sebagian besar merupakan kawasan perhutanan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam perencanaan pembangunan daerah, termasuk kepadatan penduduk dan luas kawasan hutan.

Pembahasan turut mencakup potensi pendapatan daerah, termasuk mekanisme Dana Bagi Hasil (DBH) sektor minyak dan gas bumi yang menjadi salah satu sumber penerimaan penting bagi Kabupaten Blora.

Sementara di sektor pertanian, Blora memperkenalkan sejumlah komoditas unggulan, seperti cabai jawa yang berkembang di Kecamatan Jati serta pengembangan padi organik.

Pengembangan padi organik menjadi salah satu perhatian dalam kunjungan tersebut. Beras organik varietas Mentik Susu yang dipasarkan dengan nama Beras Sehat (Sehati) dinilai memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai produk unggulan daerah.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengaku telah merasakan langsung produk Beras Sehati dari Kabupaten Blora. Ia menilai beras organik tersebut memiliki kualitas yang baik sekaligus berpotensi meningkatkan nilai ekonomi bagi petani.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Kendal sudah pernah merasakan produk Beras Sehati dari Kabupaten Blora. Tentunya ini bagus dan sehat untuk kita semuanya, sekaligus mampu meningkatkan perekonomian masyarakat karena nilai ekonominya semakin meningkat,” ujar Dyah.

Ia juga mengapresiasi upaya Kabupaten Blora dalam mendorong petani mengembangkan pertanian organik.

“Sukses untuk Kabupaten Blora yang telah berhasil mengajak para petani menanam Beras Sehati. Berasnya sehat, enak, pulen, wangi, harum, pokoknya pas,” imbuhnya.

Sebelum mengikuti rangkaian kegiatan resmi, Bupati Kendal juga sempat menikmati kuliner khas Blora berupa lontong opor di kawasan Ngloram, Cepu. Ia turut menyampaikan ketertarikannya untuk mencoba jalur Blora–Randublatung–Mantingan yang menghubungkan Blora dengan wilayah Ngawi.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya berbagi pengalaman antarpemerintah daerah dalam mengembangkan program pembangunan, pengentasan kemiskinan, penguatan ekonomi masyarakat serta optimalisasi potensi daerah.

Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved