Home » , , » BUPATI BLORA DORONG PERTANIAN ORGANIK JADI KEKUATAN EKONOMI PETANI NAHDLIYIN

BUPATI BLORA DORONG PERTANIAN ORGANIK JADI KEKUATAN EKONOMI PETANI NAHDLIYIN

radiogagakrimangfm.com on 11 Agu 2026 | 15.20


INFOBLORA.ID
- Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman mendorong pengembangan pertanian organik sebagai salah satu strategi membangun ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Muktamar Petani Nahdliyyin di Pesantren Al-Itqon, Desa Tlogosari Wetan, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Senin (10/8/2026).

Forum yang digelar Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP) PBNU bersama jaringan LPP NU tersebut menjadi ruang konsolidasi petani Nahdliyin untuk membahas penguatan sektor pertanian dari hulu hingga hilir.

Dalam kesempatan itu, Bupati Arief memaparkan potensi pertanian Kabupaten Blora yang terus menunjukkan peningkatan. Produksi Gabah Kering Giling (GKG) Blora pada 2025 mencapai 530.818 ton, meningkat 25,07 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 424.411 ton.

Produksi beras juga naik menjadi sekitar 305.252 ton pada 2025, dari sebelumnya sekitar 244.062 ton pada 2024. Capaian tersebut menempatkan Blora sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Jawa Tengah.

Menurut Arief, peningkatan produksi harus diikuti dengan perubahan pola pertanian yang lebih ramah lingkungan. Pertanian organik dinilai mampu menjaga kualitas tanah, mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia sekaligus menghasilkan pangan yang lebih sehat.

“Kami ingin Blora menjadi salah satu sentra pertanian organik di Jawa Tengah,” tegasnya.

Pemkab Blora juga mendorong setiap desa menyediakan sedikitnya satu hektare lahan bengkok untuk menjadi lokasi percontohan pertanian organik. Dengan 295 desa/kelurahan, potensi lahan percontohan tersebut dapat mencapai sekitar 295 hektare.

Pengembangan pertanian organik juga diarahkan tidak berhenti pada proses produksi. Pemkab Blora mendorong penguatan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian agar nilai tambah lebih banyak dinikmati petani.

Salah satu yang diperkenalkan dalam forum tersebut adalah Beras Organik SEHATI yang diproduksi di Rumah Produksi dan Packing Beras Organik SEHATI, Dukuh Denguk, Desa Andongrejo, Kecamatan Blora. Fasilitas tersebut mendapat dukungan CSR Bank Jateng berupa mesin oven, rice milling dan mesin packing serta dikelola Koperasi PCNU Berkah Jagat Nusantara.

Arief berharap kader NU dan petani binaan dapat menjadi penggerak pertanian organik di masing-masing wilayah.

“Pertanian organik bukan sekadar cara bertani, tetapi ikhtiar bersama untuk menjaga tanah, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menghadirkan pangan yang sehat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh mengatakan, Muktamar Petani Nahdliyyin menjadi wadah bagi petani warga NU untuk menyampaikan aspirasi dan merumuskan langkah bersama dalam memperkuat sektor pertanian.

Menurutnya, forum tersebut lahir dari kegelisahan terhadap kondisi petani yang selama ini menjadi salah satu penopang utama kehidupan masyarakat Nahdliyin.

Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved