INFOBLORA.ID - Jajaran Polres Blora menggerebek sebuah lokasi yang diduga digunakan sebagai tempat pengoplosan gas elpiji (LPG) di Dukuh Nglencong, Desa Botoreco, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Selasa (14/7/2026). Dalam penggerebekan tersebut, petugas mengamankan ratusan tabung LPG berbagai ukuran, dua unit truk, sejumlah kendaraan, serta beberapa orang yang diduga terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut.
Lokasi yang digerebek berada di lahan kosong yang dipagari seng dengan bangunan sederhana berkerangka bambu di bagian dalam. Hingga proses pengamanan selesai, petugas masih melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan barang bukti.
Kepala Dusun Nglencong, Jadi, mengaku baru mengetahui adanya penggerebekan setelah mendapat informasi dari Ketua RT setempat. Ia kemudian mendatangi lokasi untuk mewakili pemerintah desa.
"Saya diberi tahu Pak RT kalau ada musibah di sini. Saya mewakili desa datang ke lokasi. Informasinya ada pengoplosan gas yang digerebek Polres Blora. Soal transaksinya saya tidak tahu," ujarnya.
Menurut Jadi, saat tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB, polisi masih melakukan pemeriksaan. Ia melihat masih banyak tabung gas yang belum sempat diangkut petugas.
Ia memperkirakan jumlah tabung yang diamankan mencapai lebih dari 100 buah, terdiri atas tabung LPG bersubsidi 3 kilogram dan tabung LPG nonsubsidi 12 kilogram berwarna merah muda.
"Kalau yang tiga kilogram tadi ada satu rit truk yang dibawa. Yang pink juga puluhan tabung. Modusnya isi dari tabung 3 kilogram dimasukkan ke tabung 12 kilogram," jelasnya.
Selain tabung gas, petugas juga mengamankan dua unit truk dan sekitar enam sepeda motor yang diduga digunakan dalam aktivitas tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, para pekerja yang diamankan bukan merupakan warga sekitar lokasi.
"Ada sekitar lima sampai enam orang yang diamankan petugas. Pengamanan selesai sekitar pukul 11.00 WIB," tambahnya.
Sementara itu, warga sekitar, Supatdiyono, mengatakan aktivitas di lokasi tersebut baru berlangsung sekitar tiga minggu terakhir. Menurutnya, tempat itu diduga baru beroperasi dua kali.
"Baru sekitar dua kali ini beroperasi. Saat proses pengoplosan itu baunya sangat menyengat. Kami sebenarnya sempat khawatir dan waswas kalau sampai terjadi kebakaran," katanya.
Warga juga menyebut penggerebekan diduga telah berlangsung sejak malam hari hingga berakhir sekitar pukul 11.00 WIB.
Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin membenarkan adanya penggerebekan lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan gas elpiji tersebut.
"(Penggerebekan tempat oplosan gas elpiji?) Ya mas. Tadi habis mengamankan tabung gas elpiji, laporan lengkapnya menyusul ya," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, Polres Blora masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut, termasuk memeriksa para pihak yang diamankan serta menghitung jumlah barang bukti yang disita. Polisi juga belum merinci potensi kerugian maupun menetapkan status hukum terhadap para terduga pelaku.


0 komentar:
Posting Komentar